banner 1000x350

Redaksi

974 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Terkait dugaan pemalsuan dokumen akademik, Wakil Gubernur Babel jalani pemeriksaan di Bareskrim Polri

Foto: istimewa

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sdri. H, pada Kamis, 13 November 2025. Pemeriksaan berlangsung di Bareskrim Polri mulai pukul 12.30 hingga 17.50 WIB.

Pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/339/VII/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 21 Juli 2025, dengan pelapor Sdr. AS, serta Surat Perintah Penyidikan Nomor Sp Sidik/S-1.1/844.2a/X/2025/Dittipidum/Bareskrim tanggal 3 Oktober 2025.

Kasus yang disidik berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemalsuan surat, pemalsuan akta autentik, serta penggunaan gelar akademik yang diduga tidak benar, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP, Pasal 264 KUHP, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta Pasal 69 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ijazah yang menjadi objek penyidikan diketahui berasal dari sebuah universitas swasta di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, yang telah resmi ditutup pemerintah berdasarkan Keputusan Mendikbudristek Nomor 370/E/O/2024 tertanggal 27 Mei 2024.

Foto: istimewa

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan rangkaian proses penyidikan tersebut.

“Benar, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saudari H sebagai saksi terkait laporan dimaksud. Pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan pemeriksaan materi perkara untuk kepentingan proses pembuktian,” ujarnya dalam keterangan resmi (14/11).

 

Ia menegaskan bahwa proses telah masuk pada tahapan penyidikan substantif, dan Polri tetap mengedepankan asas kehati-hatian.

“Kami memastikan setiap langkah penyidikan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan apabila sudah ada hasil yang dapat dipublikasikan,” tambahnya. rls

Komitmen dan bukti nyata, Hutama Karya hadirkan pemerataan fasilitas kesehatan di 5 provinsi

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 dari Kementerian Kesehatan RI, Indonesia memiliki sekitar 3.216 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Dengan populasi sekitar 281 juta jiwa, rasio ketersediaan rumah sakit nasional berada di kisaran 1,1 hingga 1,15 unit per 100.000 penduduk, masih jauh di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Masih dari sumber informasi yang sama, sebaran proyek pembangunan rumah sakit yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) diharapkan mampu berkontribusi terhadap program pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia. Ketimpangan ini nyata di wilayah kerja Hutama Karya, seperti:

* Bengkulu hanya memiliki sekitar 21 rumah sakit untuk melayani lebih dari dua juta penduduk.
* Maluku Utara mencatat 14 rumah sakit dengan jarak antarfasilitas yang bisa mencapai 50 kilometer.
* Kepulauan Nias dan Bima masih banyak bergantung pada puskesmas kecil akibat kendala geografis.

Di sinilah proyek Hutama Karya berperan strategis dalam mendukung peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, melalui pembangunan pusat pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil yang masih sangat minim, seperti di RSUD Sanana yang dibangun dengan standar Rumah Sakit tipe C.

Hutama Karya tengah mempercepat pembangunan rumah sakit strategis nasional, sebuah ikhtiar untuk menghadirkan pemerataan fasilitas kesehatan dari barat hingga timur Indonesia. Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025 yang mengusung semangat “Kesehatan Merata, Indonesia Kuat.”

Lima Rumah Sakit, Satu Semangat Pemerataan

Hingga awal November 2025, progres pembangunan kelima proyek menunjukkan capaian menggembirakan:

* RS Kandau Manado di Sulawesi Utara progres struktur bangunan utama telah mencapai 49,88%. Di area ini, lebih dari 270 pekerja lokal terlibat setiap hari.
* RSUD Bengkulu Tengah telah mencapai 83,06%, dengan atap utama dan sebagian instalasi listrik sudah terpasang. Rumah sakit ini dirancang menjadi rujukan utama bagi tiga kabupaten sekitarnya.
* RSUD Tafaeri Nias Utara mencatat kemajuan pembangunan 52,44%, memanfaatkan sistem plat suspended di lantai dasar pada lahan eksisting yang kurang baik (kondisi tanah rawa).
* RSUD Kota Bima di Nusa Tenggara Barat telah menyelesaikan tahap struktur atas dengan progres 69,54% dan segera melanjutkan pekerjaan interior.
* RSUD Sanana di Maluku Utara mencapai progres 54,88%, dengan fokus pada penguatan fondasi serta sistem drainase yang tahan terhadap tanah pesisir.

Kelima proyek ini dibangun dengan standar efisiensi konstruksi modern, memadukan sistem modular dan material hemat energi. Pendekatan ini mempercepat waktu pelaksanaan dengan presisi dan keberlanjutan tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis yang akan diberikan.

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan harus menjadi prioritas. “Kami ingin seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas medis yang setara. Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujarnya.

Sinergi Nasional untuk Indonesia Sehat

Kelima pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Hutama Karya dipercaya sebagai kontraktor utama dalam pelaksanaan pembangunan fisik karena rekam jejaknya dalam menghadirkan infrastruktur publik yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Selain proyek yang tengah berjalan, Hutama Karya juga telah menyelesaikan sejumlah pembangunan rumah sakit yang kini telah beroperasi, antara lain RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUD Purworejo, RSKD Duren Sawit, RSUD Tarakan, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, RS Universitas Hasanuddin, RS UPT Vertikal Kupang, dan RSUD Pangandaran. Seluruh fasilitas tersebut kini menjadi pusat pelayanan kesehatan unggulan di berbagai daerah, menghadirkan infrastruktur yang lebih modern dan berorientasi pada nilai kemanusiaan

Dari Beton ke Kehidupan

Bagi Hutama Karya, pembangunan rumah sakit bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan perjalanan panjang dalam menghadirkan infrastruktur kemanusiaan yang menyatukan harapan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Setiap rumah sakit yang kami bangun merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses layanan medis yang layak bagi seluruh masyarakat. Kesehatan adalah hakd asar setiap warga negara, dan kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang dapat menunjang pemenuhan hak tersebut hingga ke pelosok negeri,” tutup Mardiansyah.

Pembangunan lima rumah sakit oleh Hutama Karya merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat. Melalui proyek-proyek rumah sakit ini, Hutama Karya berperan mendukung akses layanan kesehatan yang merata dan modern, menghadirkan fasilitas medis berstandar nasional di luar kota besar, serta memperkokoh fondasi ketahanan kesehatan bangsa sebagai bagian dari agenda pembangunan Indonesia Maju. rls

Wakapolri resmikan masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berlokasi di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri, disaksikan oleh jajaran pejabat utama Polri, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat.

Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri.

“Masjid ini bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)

Kegiatan peresmian berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya Masjid An-Nahdah Suhanda. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat nilai – nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. rls

 

Kisah hidup Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono S.I.K, M.Si jadi teladan inspiratif

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, BENGKULU, – Perjalanan hidup Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Lahir dari keluarga sederhana, kini ia memimpin Kepolisian Daerah Bengkulu dan dikenal sebagai sosok inspiratif bagi banyak orang.
Sejak menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991, Irjen Pol Mardiyono SIK, M.Si telah menorehkan banyak prestasi di dunia kepolisian.
Diketahui, ia merupakan rekan seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam program Podcast Inspirasi yang digelar di ruang kerjanya pada Rabu (12/11/2025), Kapolda Bengkulu berbagi kisah perjuangan masa kecil yang penuh lika-liku.
Ia bercerita kehilangan ibunda di usia empat tahun dan sejak itu harus hidup mandiri demi tetap bersekolah serta membantu keluarganya mencari nafkah.
Bersama empat adiknya, Mardiyono kecil tinggal bersama sang nenek di rumah berukuran hanya 3×5 meter.
Neneknya bekerja sebagai tukang cuci dengan upah harian Rp500.
“Dari uang itu, Rp150 untuk membeli deterjen, Rp150 untuk beras, sisanya dipakai kebutuhan harian. Kadang saat pulang sekolah tidak ada makanan, ya sekalian saja saya puasa Senin–Kamis,” kenangnya.
Sejak usia tujuh tahun, ia sudah membantu ekonomi keluarga dengan menjual bubur buatan nenek.
Tak berhenti di situ, ia juga pernah membersihkan rumah tetangga, menjual air bersih, hingga menjadi petugas kebersihan pasar dengan upah Rp700 per bulan.
Meski harus bekerja keras, Mardiyono kecil tak pernah mengabaikan pendidikan. Ia tak pernah bolos maupun tinggal kelas hingga menamatkan SMA.

“Saya sering dimarahi guru bukan karena malas, tapi karena menunggak uang sekolah. Wali kelas saya, Bu Heni, bahkan pernah datang ke rumah dan akhirnya membantu membayarkan biaya sekolah supaya saya bisa ikut ujian,” tuturnya.

Saat duduk di bangku SMA, ia mulai bercita-cita menjadi polisi setelah mendapat motivasi dari seniornya, Agus Andrianto yang kini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Saya benar-benar menyiapkan diri, dari kesehatan, akademik, hingga fisik. Semua dijalani dengan tekad,” ujar Mardiyono.
Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Polri tidak membutuhkan biaya apa pun. Pengalaman pribadinya menjadi bukti bahwa jalur kepolisian bisa ditempuh dengan kerja keras, bukan dengan uang.

Kini, sebagai Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono berkomitmen melanjutkan perjuangannya dengan membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
Salah satunya adalah Program SRIDURI (Setiap Hari Dua Ribu) — gerakan di mana setiap anggota Polri menyumbangkan Rp2.000 per hari.
Dana yang terkumpul digunakan untuk bedah rumah warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan bakti sosial.

Hingga saat ini, program tersebut telah membangun 63 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Bengkulu, dengan nilai bantuan Rp50 juta per unit, bekerja sama dengan Baznas, REI, dan Pelindo.
“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan perabotan agar siap dihuni,” jelasnya

Selain itu, Kapolda juga menggagas Program Sadesahe (Satu Desa Satu Hektare Jagung), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Program tersebut kini tengah dalam tahap penilaian dan diharapkan dapat diadopsi oleh setiap desa maupun kelurahan di Bengkulu.

“Inisiatif ini sejalan dengan program Kapolri untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas jagung,” ujar Mardiyono.
Mengakhiri kisahnya, Irjen Pol Mardiyono memberikan pesan kepada seluruh anggota Polri di Bengkulu agar selalu menjaga integritas dan tetap dekat dengan masyarakat.
“Rawat tempat kamu bekerja, jaga nama baiknya. Mungkin itu tidak membuatmu kaya, tapi di situlah sumber kehidupanmu,” pungkasnya. rls

Kejaksaan Tinggi Bengkulu ikuti FGD rencana aksi nasional penanggulangan Ekstremisme tahun 2025

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia,Bengkulu, 12 November 2025 – Kejaksaan Tinggi Bengkulu melalui Bidang Intelijen mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen secara luring dan daring (zoom meeting).

Kegiatan FGD ini mengangkat tema “Operasionalisasi Sistem Deteksi Dini di Lingkungan Kejaksaan RI untuk Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme”, serta merupakan tindak lanjut pelaksanaan RAN PE Tahun 2025.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H. bersama jajaran mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari Ruang Rapat Bidang Intelijen Kejati Bengkulu. Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Direktur I JAM Intelijen, serta diikuti oleh seluruh Asisten Intelijen, Kasi Intel, dan pejabat intelijen Kejaksaan se-Indonesia. Dalam agenda tersebut turut hadir narasumber dari kalangan akademisi dan pemerhati gerakan radikal dan terorisme yang membahas strategi deteksi dini serta kebijakan penanggulangan ekstremisme di lingkungan Kejaksaan RI.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Intelijen Kejaksaan dapat memperkuat sinergi dan meningkatkan kapasitas deteksi dini dalam mendukung upaya pencegahan ekstremisme dan radikalisme di masyarakat. rls

 

 

 

 

Hutama karya dorong transformasi infrastruktur berkelanjutan melalui forum internasional REAAA 2025

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – Sebagai perusahaan yang mengemban mandat strategis dalam Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) senantiasa berupaya menghadirkan karya konstruksi yang berdaya saing global, efisien, dan berkelanjutan. Dalam menghadapi dinamika industri infrastruktur yang terus berkembang, Hutama Karya juga aktif mengikuti berbagai forum internasional sebagai upaya memperluas wawasan, memperkuat jejaring global, serta mengadopsi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan pembangunan jalan dan jembatan di Indonesia.

Sebagai wujud dari komitmen tersebut, Hutama Karya berpartisipasi dalam 17th Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) Conference and Business Forum yang diselenggarakan di Goyang, Korea Selatan, pada 27–31 Oktober 2025. Forum bergengsi ini menjadi ajang bagi para profesional di bidang teknologi jalan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan membahas arah pengembangan infrastruktur yang efisien, berkelanjutan, serta berorientasi pada inovasi digital.

Dalam kegiatan ini, Hutama Karya diwakili oleh Deska Adi Pratama dan Kusuma Ariftama dari Divisi Perencanaan Jalan Tol (RJT), Muhammad Ashar dari Divisi Pengembangan Bisnis dan Manjemen Portofolio, serta Zakhy Yusuf Maulana dari HK Realtindo (HKR). Turut hadir pula Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto, yang memberikan dukungan langsung terhadap partisipasi insan muda perusahaan dalam forum internasional tersebut.

Adapun dalam agenda konferensi dan forum bisnis internasional ini, perwakilan Hutama Karya memaparkan berbagai kajian dan hasil riset yang berfokus pada penguatan efisiensi, inovasi teknologi, serta optimalisasi nilai ekonomi infrastruktur jalan. Deska Adi Pratama membawakan dua sesi, yakni presentasi dalam Technical Session berjudul ”Enhancing Infrastructure Efficiency and Sustainability through BIM Collaboration and Digital Survey: A Case Study of the Betung–Tempino–Jambi Toll Road Project” serta menjadi Speaker dalam Business Forum dengan topik ”AI-Powered Toll Road Development: Hutama Karya’s Journey in Trans Sumatera”. Kusuma Ariftama turut berkontribusi melalui presentasi “Concession Scheme Alternative of Trans Sumatra Toll Road: Dumai–Rantauprapat Section” yang menyoroti alternatif skema pengusahaan dalam pengembangan ruas strategis di wilayah Sumatra bagian utara. Sementara itu, Muhammad Ashar dan Zakhy Yusuf menyampaikan hasil riset berjudul “Value Capture Strategy for Trans Sumatera Toll Road Development: Study Case in Palembang–Indralaya Section”, membahas strategi peningkatan nilai ekonomi kawasan sekitar jalan tol melalui pendekatan value capture.

Konferensi REAAA tahun ini diikuti oleh lebih dari 70 negara dengan total lebih dari 5.000 peserta yang terdiri atas pakar, praktisi, akademisi, serta perwakilan lembaga infrastruktur dari kawasan Asia dan Australasia. Kehadiran Hutama Karya dalam forum tersebut tidak hanya menunjukkan kesiapan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi global, tetapi juga mempertegas peran aktif Indonesia dalam percaturan inovasi infrastruktur dunia.

Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menunjukkan kapabilitas dan inovasi anak bangsa di kancah internasional. Keterlibatan Hutama Karya dalam REAAA Conference menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia kita mampu bersaing di tingkat global. Melalui penerapan teknologi seperti BIM, digital survey, dan kecerdasan buatan (AI), kami berupaya menghadirkan infrastruktur jalan tol yang tidak hanya efisien dan berkelanjutan, tetapi juga mencerminkan kemajuan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sebagai contoh memadukan penerapan BIM dengan LIDAR untuk mempercepat proses pemetaan.

“Melalui partisipasi ini, Hutama Karya berharap dapat terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat penerapan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM) dan Artificial Intelligence (AI) dalam pembangunan jalan tol, serta menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masa depan infrastruktur Indonesia yang lebih efisien, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” tutur Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah. rls
_

error: Content is protected !!