Menyambung rantai transaksi digital dan ekonomi daerah: Dari panggung FEKDI 2026 hingga ekspor kopi unggulan Bengkulu

Foto: Perwakilan Provinsi Bengkulu mengacungkan jari telunjuk simbol Juara 1 usai menerima penghargaan Championship P2DD pada ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta. (Foto: Dok. BI Bengkulu / Istimewa)

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Akselerasi digitalisasi ekonomi terus didorong untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah. Langkah ini membuat transaksi keuangan menjadi lebih cepat, terbuka, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penguatan kemampuan warga, pembuatan ide baru, serta kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat membuka  forum Casual Talk pada ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center Kamis (24/9).

Penguatan ekosistem digital di tingkat kawasan perlu disesuaikan secara cermat dengan karakteristik, tingkat kesiapan teknologi, serta potensi unggulan masing-masing daerah. Upaya ini penting untuk menjembatani jurang pemisah kapasitas digital dan literasi keuangan antarwilayah yang masih cukup beragam di Indonesia. Seperti disampaikan dalam siaran pers resmi Bank Indonesia, Jumat (26/9),

Di Bengkulu, integrasi ekonomi ini terbukti nyata saat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu melepas ekspor perdana puluhan ton kopi robusta asal Kepahiang langsung menuju pasar Italia Senin (7/9). Pengiriman ini menjadi bukti bahwa komoditas lokal sanggup melompat ke rantai pasok global berkat dukungan tata kelola dan transaksi yang terdigitalisasi secara efisien.

Mengutip siaran pers resmi Bank Indonesia pada Jumat (26/9),Perkembangan inovasi sistem pembayaran di tingkat daerah kini memperlihatkan tren pertumbuhan yang makin solid dan merata di berbagai sektor. Berdasarkan data Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 518 dari total 546 pemerintah daerah atau sekitar 94,9 persen telah berhasil masuk dalam kategori Digital. Capaian ini menandakan bahwa proses transaksi keuangan daerah makin transparan, akuntabel, dan efisien. Di sisi lain, instrumen Kartu Kredit Indonesia Segmen Pemerintah juga kian meluas penerapannya untuk memangkas birokrasi belanja barang dan jasa di ratusan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Kemudahan bertransaksi di ruang publik turut disokong oleh perluasan akseptasi sistem QRIS, termasuk varian inovasi terbaru berupa QRIS TAP pada berbagai moda pelayanan masyarakat. Langkah modernisasi transaksi nontunai ini juga dibarengi dengan program penguatan literasi keuangan bagi para jurnalis ekonomi di daerah. Melalui lokakarya khusus yang digelar BI Bengkulu, para wartawan dibekali pemahaman komprehensif mengenai bahaya kejahatan siber serta prosedur penukaran fisik uang rupiah yang mengalami kerusakan. Pers diharapkan mampu menyampaikan regulasi finansial ini secara berimbang agar tingkat kewaspadaan digital masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sinergi antarlembaga terus diperkuat melalui wadah Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah serta Program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi P2DD. Forum KATALIS P2DD hadir sebagai sarana peningkatan kapasitas Pemda dan Bank Pembangunan Daerah dalam memaksimalkan potensi pendapatan serta efisiensi belanja nontunai. Kerja sama ini melibatkan jajaran TPID, TP2DD, regulator, hingga pelaku usaha demi menjaga stabilitas harga dan arus barang. Dalam ajang FEKDI 2026, Bank Indonesia memberikan apresiasi tinggi berupa penghargaan Championship P2DD kepada deretan pemerintah daerah yang sukses mencatatkan kinerja digitalisasi pelayanan publik terbaik.

Kehadiran narasumber dari berbagai lintas sektor, seperti Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hingga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, memperkaya diskusi seputar tantangan digitalisasi daerah. Bank Indonesia sendiri terus memedomani Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 sebagai acuan utama dalam mendorong formalisasi aktivitas ekonomi rakyat. Inovasi layanan pembayaran digital diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan asli daerah sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat luas. Integrasi sistem ini terbukti mempermudah rantai pasok komoditas daerah, mulai dari tingkat petani pengumpul hingga eksportir skala besar.

Pendampingan intensif yang dilakukan pada sektor perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang merupakan contoh riil penerapan pembinaan ekonomi terpadu dari hulu ke hilir. Petani dibekali teknik penanaman modern, tata cara penanganan pascapanen yang higienis, hingga standar pengemasan produk yang disyaratkan oleh roaster internasional. Cita rasa robusta Kepahiang yang tebal dan khas menjadi daya pikat utama yang membuat pembeli asal Eropa tertarik menjalin kontrak jangka panjang. Sektor perkebunan ini diproyeksikan bakal menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih inklusif dan ramah investasi.

Sebanyak 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh pelosok negeri bergerak serentak mengawal implementasi digitalisasi agar tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi langsung. Kolaborasi menjadi kunci utama agar modernisasi teknologi tidak hanya menaikkan volume transaksi finansial semata, tetapi juga menghubungkan potensi tersembunyi daerah dengan pasar global. Di Bengkulu, penguatan kelembagaan kelompok tani terus digenjot agar kapasitas produksi harian dapat memenuhi permintaan ekspor yang kian membesar. Keberhasilan menembus pasar Italia membuka jalan bagi produk-produk pertanian lokal lainnya untuk ikut merambah pasar internasional.

Forum FEKDI x IFSE 2026 yang berlangsung selama tiga hari penuh menyajikan beragam agenda strategis, mulai dari penguatan sinergi nasional, pengembangan talenta digital, hingga konektivitas keuangan antarnegara. Pengunjung dapat mengeksplorasi pameran inovasi teknologi terkini, mengikuti seminar edukatif, serta memanfaatkan sesi jejaring bisnis bersama para pelaku industri fintech global. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran teknologi, melainkan ruang perjumpaan nyata antara pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan kebutuhan riil masyarakat bawah. Sinergi ini mempercepat proses transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Edukasi mengenai transaksi keuangan nontunai dan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi menjadi fokus penting di tengah pesatnya perkembangan arus teknologi finansial. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai tautan bodong maupun modus penipuan berbasis manipulasi psikologis yang mengincar rekening bank. Selain itu, pemahaman mengenai kelayakan fisik uang rupiah yang beredar tetap disosialisasikan agar masyarakat mengetahui kriteria uang rusak yang dapat ditukarkan secara resmi. Kesadaran finansial yang tinggi dari masyarakat akan membentuk benteng pertahanan yang kokoh dalam mendukung ekosistem ekonomi digital yang aman.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Haryadi (memakai baju putih) serta jajaran Forkopimda mengibarkan bendera start sebagai tanda Pelepasan Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ke Italia di Halaman Kantor Bupati Kepahiang, Senin (7/9).

didaerah kabupaten kepahyang, Langkah berani melepas pengiriman kopi ke luar negeri membuktikan bahwa daerah memiliki daya saing tinggi saat didukung oleh ekosistem keuangan yang efisien dan transparan. Penggunaan instrumen pembayaran modern dalam rantai perdagangan terbukti memangkas biaya operasional dan meminimalkan risiko kerugian fisik selama proses pengiriman. Bank indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemerintah daerah berjanji akan terus memperluas jangkauan pendampingan ke wilayah-wilayah lain yang menyimpan potensi komoditas serupa. Pemanfaatan teknologi tepat guna dipastikan menjadi pendorong utama bagi kemandirian ekonomi daerah di era persaingan global yang makin ketat.

Kemitraan harmonis yang terjalin antara lembaga pemerintah, otoritas moneter, insan pers, dan para petani menjadi modal sosial paling berharga dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional. Kopi Bengkulu yang kini resmi menghiasi kedai-kedai di Eropa menjadi simbol kebangkitan komoditas lokal di tengah derasnya arus modernisasi digital. Melalui komitmen bersama yang konsisten, transformasi ekonomi dan keuangan digital dipastikan tidak hanya berhenti sebagai wacana di tingkat pusat, melainkan benar-benar menghadirkan kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat di pelosok daerah.