SMP negeri 7 Kota Bengkulu luncurkan SIMPATI, Inovasi digital untuk tingkatkan disiplin dan kehadiran siswa

Foto: Kepsek SMP Negeri 7 Kota Bengkulu Fairuz Zamani, S.Si.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – SMP Negeri 7 Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui inovasi digital. Sekolah ini menghadirkan *SIMPATI (Sistem Monitoring Poin dan Absensi Terintegrasi)*, sebuah sistem berbasis web yang mengintegrasikan pencatatan absensi dan poin pelanggaran siswa dalam satu platform. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembinaan karakter, memperkuat budaya disiplin, serta mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah.

Selama ini, pencatatan absensi dan pelanggaran siswa masih dilakukan secara manual menggunakan buku administrasi. Kondisi tersebut sering menimbulkan berbagai kendala, mulai dari proses pencarian data yang memakan waktu, risiko kehilangan dokumen, hingga sulitnya menyusun riwayat pelanggaran dan kehadiran siswa secara menyeluruh. Selain itu, guru juga membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan absensi di kelas sehingga mengurangi efektivitas proses pembelajaran.

Melihat kondisi tersebut, SMP Negeri 7 Kota Bengkulu mengembangkan SIMPATI sebagai solusi digital yang mampu mengintegrasikan seluruh data absensi dan poin pelanggaran ke dalam satu database. Sistem ini memungkinkan guru, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, kepala sekolah, hingga orang tua memperoleh informasi secara cepat dan real-time mengenai tingkat kehadiran maupun perkembangan disiplin peserta didik.

Kepala SMP Negeri 7 Kota Bengkulu, *Fairuz Zamani, S.Si.*, menjelaskan bahwa lahirnya SIMPATI merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“SIMPATI kami hadirkan bukan sekadar untuk menggantikan pencatatan manual menjadi digital, tetapi sebagai instrumen pembinaan karakter peserta didik. Melalui sistem ini, seluruh data kehadiran dan pelanggaran terdokumentasi secara akurat sehingga guru dapat mengambil langkah pembinaan lebih cepat, sementara orang tua juga dapat mengetahui perkembangan anaknya secara real-time. Kami ingin membangun budaya disiplin melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga,” ujar Fairuz Zamani.

Menurutnya, pengembangan SIMPATI juga sejalan dengan semangat transformasi digital di dunia pendidikan dan mendukung implementasi tata kelola sekolah yang lebih modern, akuntabel, dan berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, proses administrasi menjadi lebih efisien, sementara pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang valid dan terdokumentasi dengan baik.

Dalam pengembangannya, SIMPATI melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan sekolah, perancangan sistem, pengembangan aplikasi berbasis web, uji coba terbatas pada beberapa kelas, evaluasi hasil implementasi, hingga penyempurnaan fitur berdasarkan masukan guru, siswa, dan orang tua. Setelah dinilai berjalan optimal, sistem kemudian diterapkan secara menyeluruh di seluruh kelas disertai pelatihan bagi guru serta sosialisasi kepada orang tua.

Selain mengintegrasikan absensi dan poin pelanggaran, SIMPATI juga dilengkapi dengan fitur notifikasi sehingga guru maupun orang tua dapat segera mengetahui apabila siswa tidak hadir atau melakukan pelanggaran tata tertib. Fitur tersebut diharapkan mampu mempercepat tindak lanjut pembinaan sehingga berbagai permasalahan kedisiplinan dapat ditangani sejak dini.

Fairuz Zamani menambahkan bahwa inovasi ini bukan hanya bertujuan meningkatkan efisiensi administrasi sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Kami berharap SIMPATI menjadi budaya baru di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu. Ketika data tersaji secara terbuka, akurat, dan mudah diakses, maka pembinaan siswa akan lebih objektif, komunikasi dengan orang tua semakin baik, dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah,” tuturnya.

Melalui implementasi SIMPATI, SMP Negeri 7 Kota Bengkulu optimistis mampu menghadirkan sistem pengelolaan kedisiplinan dan kehadiran siswa yang lebih efektif, efisien, dan transparan. Inovasi ini sekaligus menjadi langkah nyata sekolah dalam mendukung transformasi digital pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Pewarta: Fr