banner 1000x350

Redaksi

911 KIRIMAN 0 KOMENTAR

BPD HIPMI Bengkulu Gelar Rapat Persiapan Diklatda dan Rakerda

Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan Diklatda (Pendidikan dan Pelatihan Daerah) serta Rakerda (Rapat Kerja Daerah). Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan bahwa persiapan telah matang dan kegiatan akan dilaksanakan pada 15 Februari mendatang.

“Kami siang ini mengadakan rapat dengan BPD HIPMI Bengkulu Provinsi Bengkulu untuk membahas persiapan Diklatda dan Rakerda. Dalam Diklatda nanti, banyak edukasi yang akan diberikan kepada teman-teman HIPMI, termasuk materi kewirausahaan dan lainnya. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar,” ujar Yosia Yodan, di Kraving Bakery, Gelato & Resto, Kamis (30/1/2025).

Diklatda tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota HIPMI Bengkulu dalam berbagai aspek, terutama dalam bidang kewirausahaan. Ketua Bidang I Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi BPD HIPMI Bengkulu, Ahmad Basir, menjelaskan bahwa Diklatda akan membahas empat materi utama, yaitu Kewirausahaan, Keorganisasian, Kebangsaan, serta Sukses Story dari para senior HIPMI Bengkulu.

“Diklatda akan berlangsung selama satu hari, tepatnya pada tanggal 15 Februari di Hotel Two K Azana Style. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada teman-teman HIPMI agar terus semangat berinovasi dan tetap berkolaborasi dalam membangun dunia usaha,” ungkap Ahmad Basir.

Diklatda merupakan agenda penting bagi HIPMI Bengkulu untuk menciptakan kader-kader pengusaha muda yang lebih kompeten dan berdaya saing. Selain mendapatkan wawasan baru, para peserta juga berkesempatan untuk menjalin jaringan yang lebih luas dengan sesama anggota serta senior HIPMI yang telah sukses di dunia usaha.

HIPMI sebagai wadah pengusaha muda terus berkomitmen untuk memberikan edukasi dan pelatihan yang bermanfaat bagi anggotanya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh ilmu dan inspirasi untuk terus berkembang di bidang usaha masing-masing.

Persiapan yang telah dilakukan mencakup pematangan materi, pemilihan narasumber, serta persiapan teknis lainnya agar acara dapat berjalan dengan baik. Seluruh panitia dan anggota HIPMI Bengkulu berharap bahwa Diklatda dan Rakerda nanti akan berlangsung sukses serta memberikan manfaat yang besar bagi para peserta.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, HIPMI Bengkulu optimistis bahwa acara ini akan menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia usaha di Bengkulu. Semua pihak yang terlibat berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dampak positif bagi para pengusaha muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (RLS) ADV

Klinik LHAY Hadirkan Terapi Ozon, Inovasi Kesehatan Pertama di Bengkulu

BENGKULU – Klinik LHAY, yang dipimpin oleh dr. Hadianto Gunawan, MARS dan didirikan pada 14 November 2020, kini menjadi satu-satunya klinik di Bengkulu yang menyediakan terapi ozon. Klinik ini mulai beroperasi penuh pada 1 Januari 2021 dan telah bekerja sama dengan BPJS untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada lebih dari 9.000 peserta. Klinik LHAY merupakan bagian dari Yodan Land Group, yang sebelumnya telah memiliki usaha di bidang pendidikan, perhotelan, bakery, dan perkebunan sawit.

Menurut dr. Hadianto Gunawan terapi ozon merupakan metode pengobatan yang menggunakan ozon medis untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah. “Saat darah dicampur dengan ozon, warnanya berubah dari merah gelap menjadi merah terang, menandakan peningkatan oksigen dalam tubuh,” ujarnya.

Terapi ozon di Klinik LHAY dilakukan melalui dua metode, yakni autohemoterapi mayor dan infus ozon. “Pada autohemoterapi mayor, sekitar 100 cc darah pasien diambil, dicampur dengan ozon, lalu dimasukkan kembali ke dalam tubuh,” jelas dr. Hadianto Gunawan. Metode ini telah digunakan di berbagai kota besar seperti Jakarta dan Medan, namun baru tersedia di Bengkulu melalui Klinik LHAY.

Terapi ini diyakini memiliki berbagai manfaat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu pengobatan penyakit degeneratif dan autoimun. Selain itu, terapi ozon juga sering dimanfaatkan dalam bidang estetika untuk meningkatkan kesehatan kulit.

Meskipun memiliki banyak manfaat, terapi ozon juga memiliki beberapa kontraindikasi. “Terapi ini tidak disarankan bagi penderita serangan jantung, ibu hamil, pasien dengan trombositopenia, dan mereka yang mengalami pendarahan aktif,” tambah dr. Hadianto Gunawan. Oleh karena itu, konsultasi medis sebelum menjalani terapi ini sangat dianjurkan.

Sebagai salah satu klinik dengan akreditasi paripurna, Klinik LHAY terus berinovasi dalam layanan kesehatan. Dengan semakin banyaknya pasien yang merasakan manfaat terapi ozon, diharapkan metode ini dapat menjadi solusi kesehatan bagi masyarakat Bengkulu dan sekitarnya. (Adv)

Ketum BPD HIPMI Yosia Yodan: Pengusaha Muda Bengkulu yang Sukses Tanpa Melupakan Keluarga dan Daerah.

Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha muda yang sukses, Yosia Yodan, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu, membuktikan bahwa kesuksesan tidak harus mengorbankan keluarga dan kepedulian terhadap daerah. Dengan dedikasi tinggi, ia menunjukkan bahwa keseimbangan antara karier, keluarga, dan kontribusi sosial dapat berjalan beriringan.

Sebagai sosok yang dikenal visioner dan inspiratif di kalangan pengusaha muda Bengkulu, Yosia selalu menyempatkan waktu untuk keluarga meskipun agenda bisnisnya sangat padat. Baginya, keluarga bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia bisnis. “Keluarga adalah nomor satu bagi saya. Mereka adalah alasan saya bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam segala hal,” ujarnya di kediamannya pada Selasa (28/01).

Selain menaruh perhatian besar pada keluarga, Yosia juga aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai Ketua Umum HIPMI Bengkulu, ia terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru, mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah, serta mendorong generasi muda untuk berwirausaha. “Saya percaya bahwa pengusaha muda memiliki peran penting dalam membangun daerah. Kami harus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, HIPMI Bengkulu telah melaksanakan berbagai program dan inisiatif untuk memberdayakan ekonomi lokal. Tak hanya itu, Yosia juga dikenal sebagai pendukung aktif dalam program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia sering memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pengusaha muda pemula, membagikan pengalaman, serta memberikan wawasan yang dapat membantu mereka bertumbuh dan berkembang di dunia bisnis.

Kepedulian Yosia terhadap pengembangan SDM tidak hanya terbatas pada pelatihan. Ia juga secara aktif mendukung berbagai program pendidikan formal dan nonformal di Bengkulu, meyakini bahwa investasi pada sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam memajukan daerah. “Saya ingin melihat semakin banyak pengusaha muda sukses di Bengkulu. Saya siap berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk membantu mereka meraih impian,” tambahnya.

Dengan keberhasilannya dalam menyeimbangkan karier, keluarga, dan kepedulian terhadap masyarakat, Yosia Yodan menjadi sosok panutan bagi generasi muda. Ia membuktikan bahwa sukses tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis semata, tetapi juga dari sejauh mana seseorang dapat memberikan dampak positif bagi orang lain. Dengan semangatnya yang tinggi, Yosia terus berkontribusi bagi kemajuan Bengkulu dan menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya.(RLS)

 

BPD HIPMI Bengkulu Siap Bersinergi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Helmi-Mian

Bengkulu, – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih, Helmi Hasan dan Mian. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, dalam keterangannya, Rabu (29/1).



‎Menurut Yosia, setelah pelantikan resmi Helmi-Mian sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang dijadwalkan pada 6 Februari 2025, pihaknya akan segera mengagendakan audiensi dengan Gubernur Bengkulu. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menjalin sinergi serta membahas potensi kolaborasi dalam membangun perekonomian dan dunia usaha di Bengkulu.

‎“Kami dari BPD HIPMI Provinsi Bengkulu siap bersinergi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang baru. Setelah pelantikan nanti, kami akan mengagendakan audiensi dengan Pak Gubernur Helmi Hasan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam membangun Provinsi Bengkulu, khususnya di sektor ekonomi dan kewirausahaan,” ujar Yosia.

‎Lebih lanjut, Yosia menegaskan bahwa BPD HIPMI Bengkulu siap mendukung berbagai program kerja yang dicanangkan oleh Helmi-Mian, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, serta peningkatan investasi daerah.

‎Sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha muda, BPD HIPMI Bengkulu memiliki visi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Yosia berharap, di bawah kepemimpinan Helmi-Mian, Bengkulu dapat semakin maju dan berkembang melalui kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha.

‎“Kami yakin bahwa di bawah kepemimpinan Helmi-Mian, Bengkulu akan mengalami kemajuan yang signifikan. Kami berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang lebih baik, dengan memberikan masukan serta berperan aktif dalam berbagai program pemerintah,” tambahnya.

‎Kolaborasi untuk Kemajuan Bengkulu

‎Dalam pernyataannya, Yosia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, sinergi antara HIPMI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat menciptakan berbagai peluang baru bagi para pengusaha muda serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

‎“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha, Bengkulu dapat menjadi provinsi yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi. Kami siap untuk berkontribusi dalam program-program strategis pemerintah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Yosia.

‎Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Terpilih Helmi-Mian diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Bengkulu melalui program-program unggulan yang mereka usung selama masa kampanye.

‎Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk BPD HIPMI Bengkulu, diharapkan pembangunan di Provinsi Bengkulu dapat berjalan lebih cepat dan optimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Tirta Amerta Waterpark Bengkulu: Diserbu Pengunjung Ribuan

Tirta Amerta Waterpark yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, semakin diminati masyarakat sejak resmi dibuka pada 18 Januari 2025. Ribuan pengunjung memadati wahana wisata air ini setiap harinya, terutama saat momen libur panjang seperti Tahun Baru Imlek dan Isra Mikraj. Kehadiran waterpark ini menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin menikmati rekreasi air tanpa harus bepergian jauh ke luar kota.

Manager Tirta Amerta Waterpark, Sugeng Kurniawan Wahyudiono, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan di luar ekspektasi pihak manajemen. “Alhamdulillah, sejak dibuka, pengunjung selalu ramai. Rata-rata mencapai 2.000 orang per hari, bahkan pada beberapa kesempatan kami harus menutup lebih cepat karena terlalu ramai,” ujarnya, Rabu (29/1/2025). Ia juga menambahkan bahwa seluruh wahana di enam kolam yang tersedia selalu menjadi favorit wisatawan.

Untuk menikmati wahana di Tirta Amerta Waterpark, pengunjung dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp30 ribu per orang pada hari biasa dan Rp40 ribu per orang pada akhir pekan serta hari libur nasional. Anak-anak dengan tinggi badan di bawah 80 cm dan lansia di atas 70 tahun diberikan akses masuk gratis. Selain itu, pengunjung diimbau untuk tidak membawa makanan dari luar, kecuali bubur dan susu bayi, karena di dalam area waterpark telah tersedia berbagai pilihan kuliner dari UMKM lokal.

Waterpark ini menawarkan berbagai fasilitas, termasuk kolam olimpik, kolam ekstrem, kolam arus, kolam anak-anak, kolam keluarga, kolam balita, serta kolam latihan atlet dengan standar nasional. Dengan keberagaman wahana yang tersedia, tempat ini menjadi destinasi wisata yang cocok untuk semua usia. Pihak manajemen berharap keberadaan wahana ini dapat menjadi ikon wisata baru di Bengkulu.

Selain menjadi pusat hiburan, Tirta Amerta Waterpark juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Sekitar 60 persen karyawan yang bekerja di waterpark berasal dari warga sekitar, sementara 40 persen sisanya berasal dari Kota Bengkulu. Selain itu, puluhan UMKM lokal turut diberi kesempatan untuk berjualan di dalam area wisata. Salah satu pelaku usaha mikro, Ajelin Usaha Mikro, merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah pengunjung, terutama saat hari libur. Penjualan produk mereka melonjak signifikan, seiring dengan tingginya permintaan wisatawan yang ingin menikmati kuliner di dalam area waterpark. Dengan konsep wisata yang ramah keluarga dan dukungan terhadap ekonomi lokal, Tirta Amerta Waterpark diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi destinasi utama di Bengkulu.

PLN Peduli, Unib, Latun Gelar Pelatihan UMKM Bengkulu: Adaptasi dan Inovasi Hadapi Tantangan Bisnis

news-raflesia-indonesia.my.id – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bengkulu, PLN Peduli, Universitas Negeri Bengkulu (UNIB), dan Lembaga Latun mengadakan pelatihan khusus di Tapak Padri, Kota Bengkulu, pada Rabu (29/1). Acara ini bertujuan untuk membekali para pelaku UMKM dengan strategi bisnis yang lebih efektif agar dapat berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Direktur Latun, Hari Anggoro, mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta UMKM Bengkulu enterpreneur dan panitia. “Harapan kami, UMKM yang ada di lingkungan Tapak Padri ini bisa semakin berkembang dan mampu bersaing,” ujar Hari. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan wawasan bisnis.

Mak Adel sedang memberikan materi kepada pelaku UMKM. (foto: 29/1/2025)

Salah satu pemateri dalam pelatihan ini adalah Adelina Susanti, yang akrab disapa Mak Lia. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya efisiensi branding serta studi kasus spesifik untuk membantu pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya dengan lebih baik. Mak Lia juga menggarisbawahi tantangan umum yang sering dihadapi, seperti lokasi usaha, persaingan pasar, perubahan teknologi, serta dinamika kebutuhan konsumen.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Mak Lia merekomendasikan agar pelaku UMKM selalu beradaptasi dengan perubahan dan berinovasi dalam layanan. Ia menyoroti pentingnya penggunaan platform digital sebagai media promosi yang efektif. “Promosi harus dilakukan secara rinci dan berkelanjutan, mencantumkan nama produk, lokasi usaha, jam layanan, serta dibuat secara konsisten, meskipun ada yang suka atau tidak,” jelasnya.

Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh sesi pelatihan, terutama saat membahas strategi pemasaran digital dan efisiensi bisnis. Acara ditutup dengan yel-yel semangat dari para peserta serta makan prasmanan bersama, menciptakan suasana kebersamaan dan optimisme bagi UMKM Bengkulu agar terus berkembang dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.