banner 1000x350

Redaksi

965 KIRIMAN 0 KOMENTAR

“Kampanye di Lebong Diduga Libatkan Migor Bersubsidi, Helmi Hasan Dilaporkan!”

news-raflesia-indonesia.my.id – Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 1, Helmi Hasan, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu oleh masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan minyak goreng (Migor) bersubsidi dalam kampanye politiknya. Laporan ini menambah daftar dugaan pelanggaran yang muncul menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu 2024.

Menurut pelapor, Aan Julianda, SH, MH, sejumlah bukti berupa foto dan video yang menunjukkan adanya Migor bersubsidi dalam jumlah besar di gudang dengan stiker pasangan calon (Paslon) Helmi-Mian telah diserahkan ke Bawaslu. Aan juga mengungkapkan bahwa baliho pasangan Helmi-Mian ditemukan di lokasi yang sama.

“Temuan kami menunjukkan ada Migor bersubsidi yang disiapkan untuk dibagikan, dengan sejumlah stiker Paslon yang melekat pada kemasan. Bukti ini, termasuk foto dan video, sudah kami serahkan ke Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) sebagai bahan pendukung laporan,” kata Aan saat diwawancarai, Jumat (25/10/2024).

Aan menambahkan bahwa temuan lain muncul saat kampanye Helmi Hasan di Kabupaten Lebong. Pada acara tersebut, calon Bupati Lebong Kopli Ansori dikabarkan mengumumkan bahwa Migor bersubsidi akan diberikan kepada masyarakat yang memberikan dukungan untuk Paslon Helmi-Mian dan Kopli Ansori-Royana.

“Kami juga menyerahkan video kampanye itu sebagai bukti tambahan,” jelas Aan yang juga merupakan bagian dari tim hukum Paslon Rohidin-Meriani.

Berdasarkan laporan yang diterima, dugaan ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pidana pemilu, khususnya terkait penggunaan bantuan subsidi pemerintah untuk kepentingan politik. Dian Ozhari, pelapor lainnya, menyoroti peruntukan Migor subsidi yang seharusnya khusus bagi masyarakat miskin dan bukan untuk kepentingan kampanye politik.

“Migor bersubsidi adalah program pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, bukan untuk alat politik dalam kampanye,” ujar Dian menegaskan.

Sementara itu, Agustam Rahman, dari tim kuasa hukum Paslon nomor 1 Helmi-Mian, menyatakan bahwa timnya siap mendampingi Paslon jika ada panggilan Bawaslu terkait laporan ini.

“Kami selalu siap untuk mendampingi Paslon kami kapan saja jika ada laporan. Namun, sampai saat ini, Pak Helmi dan Pak Mian tidak pernah membagikan Migor secara langsung kepada masyarakat,” ujar Agustam saat dihubungi.

Ia juga menyebut bahwa tim hukum akan menunggu kajian lebih lanjut dari Bawaslu sebelum memberikan tanggapan yang lebih rinci. “Kami akan melihat hasil pemeriksaan Bawaslu. Sebelumnya, ada kasus serupa yang melibatkan pembagian Migor oleh anak Meriani saat Pemilihan Legislatif, dan Bawaslu menyatakan itu bukan pelanggaran,” pungkasnya.

Bawaslu Provinsi Bengkulu saat ini masih mendalami laporan tersebut untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran kampanye dalam penggunaan Migor bersubsidi bagi tujuan politik. (RLS)

 

Aizan dan Jecky Laporkan Helmi Hasan ke Bawaslu, Diduga Kampanye di Lokasi Objek Vital Nasional, PLTA Tes.

News-Raflesia-Indonesia.my.id – Calon Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kembali harus menghadapi laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu. Kali ini, laporan tersebut terkait dengan dugaan pelaksanaan kampanye di objek vital nasional, yakni Gardu Pandang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tes di Kabupaten Lebong.

Laporan tersebut disampaikan oleh Aizan Dahlan. SH. MH dan Jecky Haryanto, SH, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan kampanye di lokasi PLTA Tes melanggar aturan. Jecky menegaskan, “Melakukan kampanye di objek vital nasional adalah pelanggaran, mengingat fasilitas ini adalah aset negara yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).” Ia menambahkan, PLTA Tes merupakan fasilitas milik pemerintah yang dilindungi dengan aturan khusus dan tidak diperbolehkan digunakan untuk kegiatan kampanye.

Laporan yang diserahkan pada Jumat, 25 Oktober 2024, itu dilengkapi dengan bukti berupa foto dan video yang menunjukkan adanya kegiatan kampanye di lokasi tersebut. Jecky menjelaskan bahwa tindakan ini melanggar Pasal 57 Ayat 1 Huruf H, yang mengatur penyalahgunaan fasilitas negara dalam kegiatan kampanye. “Kami memiliki bukti berupa foto serta pemberitaan media online yang didukung oleh surat resmi dari PLN, yang secara tegas melarang penggunaan lokasi tersebut untuk kampanye,” ujar Jecky.

Selain itu, Jecky juga menyinggung perihal pasangan calon (paslon) Bupati Lebong, Azahari-Bambang, yang sebelumnya dilarang melakukan kampanye di lokasi serupa oleh pihak PLN. “Paslon Azahari-Bambang tidak diperbolehkan kampanye di tempat tersebut, tetapi mengapa paslon lain bisa?” katanya, mempertanyakan kebijakan yang dirasa tidak konsisten.

Di sisi lain, tim kuasa hukum dari pasangan calon Helmi-Mian memberikan tanggapan. Mereka menyebut bahwa penggunaan lokasi kampanye, termasuk area yang dianggap objek vital seperti PLTA, umumnya diperkenankan dengan catatan adanya pembayaran sewa. “Penggunaan lapangan atau fasilitas PLN yang tergolong objek vital di Lebong biasanya disewakan, namun kami perlu melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai area spesifik dari aset PLN yang masuk kategori objek vital,” jelas perwakilan tim hukum pasangan calon tersebut.

Saat ini, Bawaslu Provinsi Bengkulu, tengah melakukan peninjauan terhadap laporan ini, untuk memastikan apakah kegiatan kampanye tersebut melanggar aturan yang berlaku. (RLS)

Didampingi Kuasa Hukum, Cagub Rohidin Mersyah Klarifikasi Pelaporan Bawaslu

Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 2, Rohidin Mersyah, mendatangi kantor Bawaslu Provinsi Bengkulu di Jalan Indragiri pada Kamis siang (24/10/2024). Kedatangan Rohidin, untuk menanggapi dua laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran pilkada. Didampingi kuasa hukumnya, Rohidin menjelaskan bahwa tuduhan yang disampaikan dalam laporan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.

Rohidin memberikan klarifikasi terkait laporan di daerah Ketahun. Ia menyebut bahwa kehadirannya di sana adalah dalam kapasitasnya sebagai Ketua Golkar Provinsi, bukan sebagai calon gubernur. “Itu merupakan acara syukuran atas dilantiknya anggota DPRD provinsi, Bapak Juhaili. Tidak ada embel-embel paslon, bahkan bukan jadwal kampanye saya saat itu,” jelasnya. Selain itu, Rohidin juga menegaskan bahwa kejadian di lokasi lain, seperti pasar, bukanlah praktik money politic.

“Namanya pasar, ada yang jual terong, ada yang jual mangga, dan saya membeli sedikit-sedikit karena masyarakat sudah mengenal saya. Mereka minta saya membeli dagangan mereka, dan saya lakukan itu dengan niat membantu. Ini bukan money politic karena tidak ada ajakan memilih. Saya harap media memberitakan dengan proporsional,” tutup Rohidin sebelum melanjutkan agenda kampanyenya.

Meriani Sapa Masyarakat Desa Darmayu, Siap Lanjutkan Pembangunan Seluma

Calon Wakil Gubernur Bengkulu periode 2025-2030, Meriani, hadir di tengah masyarakat Desa Darmayu, Kecamatan Air Periukan, dalam acara silaturahmi dan berpamitan, Selasa (24/10/2024). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan warga, serta didampingi anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mega Sulastri, dan anggota DPRD Kabupaten Seluma, Samsul Aswajar. Ketua Tim Pemenangan Kabupaten Seluma, Okti Fitriani, memimpin jalannya acara, yang penuh dengan semangat dukungan untuk pasangan calon Rohidin dan Meriani.

Dalam sambutannya, Okti Fitriani mengajak masyarakat Desa Darmayu untuk mendukung calon gubernur dan wakil gubernur yang memiliki visi dan misi jelas serta program yang konkret. Pekikan yel-yel “Meriani Wakil Gubernur Baru, Rohidin Tetap Gubernur!” menggema di tengah masyarakat, dipandu oleh Okti. Dukungan tersebut menunjukkan antusiasme besar warga untuk pemimpin yang diyakini bisa membawa pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Seluma. Samsul Aswajar juga menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas dan tidak terpengaruh janji politik semata, seraya mengajak warga untuk bersatu tanpa perpecahan.

Meriani mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Darmayu atas dukungan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program pembangunan yang sudah berjalan serta menjaga pelestarian budaya lokal. “Jika terpilih, saya berharap dapat mewujudkan Seluma yang lebih maju dan mempertahankan jati diri kita sebagai bangsa melalui pelestarian budaya,” ujar Meriani. (RLS)

Bank Indonesia Bengkulu Dukung Pengembangan UMKM dan Digitalisasi Pembayaran

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti, secara resmi mengukuhkan Wahyu Yuwana Hidayat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Wahyu menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu menggantikan Darjana yang telah memasuki masa purna tugas

Dalam sambutannya, Destri Damayanti mengatakan bahwa Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia telah diamanatkan oleh Undang-undang untuk 1) menjaga kestabilan rupiah, 2) memelihara stabilitas sistem keuangan, dan 3) menjaga sistem pembayaran, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tentu saja Bank Indonesia tidak dapat bergerak sendiri untuk mencapai tujuan tersebut. Diperlukan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah, dan seluruh stakeholder terkait.

Untuk mewujudkan 3 mandat utama tersebut, suksesi pimpinan di Bank Indonesia menjadi hal penting sebagai bentuk kesinambungan tugas dalam menjaga perekonomian nasional. Suksesi pimpinan merupakan sebuah proses yang konsisten dilaksanakan di Bank Indonesia untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan organisasi dalam mengantisipasi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, baik secara global, nasional, maupun kedaerahan.

”Saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulul periode sebelumnya, Darjana, dan memperkenalkan Wahyu Yuwana Hidayat sebagai Kepala Perwakilan yang baru. Saya yakin, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu ke depan akan terus melaksanakan program kerja dan aksi nyata dengan dedikasi penuh melalui KIS (Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi) dengan seluruh stakeholder di Provinsi Bengkulu” ucap Destri.

Destri juga menyampaikan bahwa di tengah dinamika ketidakpastian global dan tantangan domestik yang semakin kompleks, Provinsi Bengkulu berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7% pada triwulan II 2024, dengan tingat inflasi yang terjaga pada 1,48% (yoy). Sebuah capaian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang sangat baik melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inlfasi Pangan (GNPIP).

Selain itu, KPw BI Provinsi Bengkulu sebagai mitra strategis dan economic advisor bagi pemerintah daerah juga melakukan penguatan sumber pertumbuhan ekonomi melalui: pengembangan UMKM ekonomi kreatif, pariwisata, serta ekonomi keuangan syariah, termasuk pesantren. Di samping itu, KPW BI Provinsi Bengkulu juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui pemanfaatan QRIS, dan memastikan uang rupiah berkualitas.  KPW BI Provinsi Bengkulu memastikan uang yang digunakan oleh masyarakat adalah uang yang layak edar, melalui penyelenggaraan layanan kas titipan dan kas keliling, termasuk di daerah 3T,  dan senantiasa memberikan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada seluruh masyarakat.

Dengan dikukuhkannya Wahyu Yuwana sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Destri berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dapat terus berlanjut dan ditingkatkan.

Sementara Plt. Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Bank Indonesia baik dalam pengendalian inflasi daerah, promosi investasi, digitalisasi ekonomi, dan pengembangan UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

”Dengan beralihnya tongkat estafet pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu diharapkan sinergi yang telah terjalin baik dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung program-program strategis Pemerintah Provinsi Bengkulu”, ucap Rosjonsyah.

 

APPSI Dukung Beny Suharto sebagai Calon Walikota Bengkulu, Suarakan Keluh Kesah Pedagang Pasar

Pada Senin malam, 22 Oktober 2024, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mendatangi kediaman Beny Suharto di Sungai Rupat, Kota Bengkulu. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Beny dan tim suksesnya. Sutarji, Ketua DPD APPSI Pasar Panorama Bengkulu, menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk mengenalkan APPSI kepada calon Walikota Bengkulu sekaligus menyatakan dukungan penuh kepada Beny dalam pencalonannya.

“APPSI telah menemukan sosok yang mampu mengayomi pedagang pasar, khususnya di Pasar Panorama Bengkulu,” ungkap Sutarji. Ia juga menambahkan bahwa anggota APPSI di Kota Bengkulu merupakan pedagang yang memiliki kios dan tersebar di berbagai pasar di seluruh kota.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan pedagang menyampaikan beragam keluh kesah terkait kondisi pasar. Keluhan tersebut diterima langsung oleh Beny Suharto, yang berjanji akan mengkaji setiap permasalahan yang disampaikan, baik dari segi hukum maupun prosedur. “Beberapa persoalan akan kami kaji lebih dalam sebelum mengambil langkah yang tepat,” ujar Beny kepada media.

Edwin, Sekretaris Jenderal DPD APPSI Pasar Panorama, mengungkapkan bahwa selama ini keluhan yang diajukan ke pemerintah daerah hingga ke dewan kota hanya sebatas didengarkan tanpa ada solusi konkret. “Rasa sakit ini sudah mendalam. Kami berharap dengan mendukung Pak Beny Suharto, jika beliau terpilih menjadi walikota, beliau akan sepenuh hati membantu memulihkan martabat Pasar Panorama dan berkontribusi besar dalam pembangunan Kota Bengkulu. Hidupnya ekonomi kota ini dimulai dari pasar,” tegas Edwin.

Silaturahmi ini ditutup dengan sesi foto bersama, diiringi orasi dukungan kepada pasangan calon Beny Suharto-Farizal.