banner 1000x350

Redaksi

974 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Sensasi Omakase pertama di Bengkulu, Le Petit suguhkan dessert dan kopi rasa Jepang

Foto: istimewa, Foto: istimewa, Le Petit Hadirkan Sensasi Japanese Omakase Pertama di Bengkulu: Eksklusif, dan Penuh Inovasi Rasa.

news-raflesia-indonesia.my.id, Bengkulu, Le Petit menghadirkan pengalaman kuliner unik melalui acara Japanese Omakase yang digelar di Kraving Coffee, Roasting, Coffee Bar, Bakery & Billiard, Jalan Pangeran Natadirja, Km 6, Kota Bengkulu mulai tanggal 24–25 Oktober. Acara ini menjadi gelaran perdana yang mengusung konsep intimate dining experience dengan tema utama dessert dan minuman bercita rasa Jepang, terutama matcha dan kopi.

Owner Le Petit, Cici Lili Yodan, menjelaskan bahwa acara Omakase ini berlangsung dalam 14 sesi, masing-masing berdurasi 45 menit.

‎

‎“Kemarin ada tujuh sesi, dan hari ini tujuh sesi lagi. Setiap sesi hanya diikuti enam hingga delapan orang agar suasananya tetap hangat dan eksklusif,” ujar Ci Lili.

‎

‎Menurutnya, konsep Omakase diadaptasi dari tradisi kuliner Jepang yang menekankan keintiman antara pembuat dan penikmat. “Acara ini benar-benar intimate. Kami menyiapkan produk-produk yang belum pernah dijual di mana pun, hanya dibuat khusus untuk Omakase kali ini,” tambahnya.

‎

‎Selama acara yang digelar dari pukul 13.00 hingga 21.00 WIB tersebut, peserta dapat menyaksikan langsung proses pembuatan menu di hadapan mereka.

‎

‎“Kita ingin menghadirkan pengalaman berbeda, di mana tamu tidak hanya menikmati hasil jadi, tetapi juga melihat bagaimana kreasi itu tercipta,” jelas Cici.

‎

‎Salah satu peserta, Nadia, mengungkapkan kekagumannya atas acara tersebut. “Hari ini saya ikut event Omakase Matcha di Kraving. Ini adalah pengalaman terbaik yang pernah saya ikuti di Bengkulu,” katanya.

‎

‎Nadia menambahkan bahwa varian menu yang disajikan sangat unik dan sulit ditemukan di tempat lain.

‎

‎“Matcha nya asli dari Jepang, rasanya lembut dan autentik. Kami berharap acara seperti ini bisa sering diadakan lagi karena memberikan pengalaman baru dan juga jadi ajang healing,” ujarnya dengan antusias.

‎

‎Acara Japanese Omakase ini tidak hanya memperkenalkan inovasi rasa dari Le Petit, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi para pecinta kuliner untuk menikmati sajian berkualitas dengan konsep yang jarang ditemui di Bengkulu. Melalui gelaran ini, Le Petit berupaya memperkaya pengalaman kuliner masyarakat lokal sekaligus memperkenalkan keindahan seni gastronomi Jepang dalam nuansa yang akrab dan berkesan. rls

‎

 

 

Satgas Ops Damai Cartenz gelar pemeriksaan kesehatan dan interaksi humanis bersama masyarakat Sinak

news-raflesia-indonesia.my.id – Sinak, Puncak — Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis dengan berinteraksi kepada masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di distrik Sinak ini dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda bersama Briptu Dedi Arianto, dan diikuti oleh sejumlah personel Satgas lainnya, antara lain Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian dan Bripda Alfesa Hafiz.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kepada masyarakat yang mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri tubuh, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainya. Selain pelayanan medis, personel Satgas juga membagikan makanan ringan seperti gula-gula dan kue kering kepada anak-anak dan warga sekitar, disertai obrolan santai yang menumbuhkan suasana kekeluargaan.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada personel yang terus aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah tugasnya.

“Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan interaksi sosial ini merupakan bagian menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan.

“Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis bersama masyarakat Sinak berjalan dengan penuh kehangatan. Masyarakat terlihat antusias dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz di Distrik Sinak. rls

Mahfud MD Puji Polri bongkar 38 ribu kasus narkoba: Capaian luar biasa, Bukti komitmen asta cita

Foto: istimewa

Jakarta – Mahfud MD mengapresiasi langkah Polri yang berhasil mengungkap 38.943 kasus narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Dari ribuan kasus itu, polisi juga menyita barang bukti narkotika dengan total berat mencapai 197,71 ton.

“Prinsipnya setiap keberhasilan tugas dalam perang melawan narkoba harus diapresiasi,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).

Mahfud menilai capaian tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya komitmen memberantas narkoba. Ia menegaskan agar Polri terus menjaga kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan tugas.

“Terus perkuat keseriusan dan kedisiplinan Polri dalam menangani kasus narkoba ini. Harus juga dijaga pengendalian di dalam tubuh Polri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan pentingnya pengawasan internal agar tidak ada aparat yang terlibat dalam jaringan narkoba. Ia menekankan bahwa kebocoran dalam proses penanganan bisa merusak kepercayaan publik.

“Yang terpenting harus juga dijaga jangan sampai terjadi kebocoran, misalnya kasus yang gagal diungkap atau hilangnya barang bukti karena kolusi yang melibatkan aparat,” tegasnya.

Sebelumnya, Polri mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menangkap lebih dari 51 ribu pelaku penyalahgunaan narkoba. Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata komitmen institusinya.

“Pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dilakukan terus-menerus. Pak Kapolri sudah menegaskan, perang melawan narkoba dari hulu ke hilir tidak boleh berhenti,” kata Syahar dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (22/10).

Menurut Syahar, hasil ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo-Gibran, yakni memberantas narkoba hingga ke akar. rls

Pakar Puji Polri ungkap 38 ribu kasus narkotika, Wujud ketangguhan melindungi masyarakat

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia.my.id – Jakarta. Sepanjang Januari-Oktober 2025, Polri berhasil mengungkap 38 ribu kasus narkoba dan menyita hampir 200 ton barang bukti.

Pengajar dan peneliti tetap program studi Hubungan Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan angka itu menunjukkan ketangguhan polisi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Devie menerangkan Polri telah menyelamatkan anak muda dari jebakan percobaan pertama dan membuat lingkungan kota dan kampus lebih aman. Tantangan berikutnya yakni harus meningkatkan daya cegah dan daya selamat di masyarakat, terutama menahan masuknya barang berbahaya.

“Ini bukan sekadar operasi rutin, tetapi penjagaan nyata atas masa depan anak-anak muda Indonesia,” terang Devie, Sabtu (25/10/2025).

Devie mengungkapkan bahaya ancaman narkoba kini sudah berubah jauh lebih kejam dan mematikan. Devie memaparkan menurut studi global, banyak remaja tidak rutin memakai narkoba tapi saat mereka mencoba sekali, barang yang beredar sering jauh lebih berbahaya.

“Barang-barang ini, banyak beredar lewat media sosial dan toko online sehingga anak muda mudah tertipu. Inilah sebabnya, menurut riset global, walau penggunaan narkoba di kalangan muda tidak meningkat, jumlah overdosis justru naik,” ungkapnya.

Pengamat sosial ini lalu membuka hasil penelitian dari Australia dan Amerika Serikat. Katanya, memasuki usia 18-24 tahun (kuliah atau kerja awal), risikonya melonjak mulai dari pesta minum berlebihan (binge drinking) sampai vaping dan eksperimen zat baru.

“Di sinilah peran polisi, sekolah, kampus, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk mencegah anak muda terjerumus,” paparnya.

Devie menegaskan keberhasilan Polri dalam menangkap jaringan narkoba adalah wujud pilar pelindung. Ia mengatakan penegakan hukum harus tetap tegas untuk memutus jaringan pengedar.

Ia menyarankan dilakukan edukasi di sekolah dan kampus agar anak muda paham risiko dan tahu ke mana mencari bantuan. Kesiapsiagaan darurat, katanya, harus dilakukan supaya overdosis bisa cepat ditangani.

“Dengan kolaborasi seperti ini, keberhasilan polisi akan terasa langsung dampaknya dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

“Sekarang, saatnya kita semua ikut menjaga benteng ini dengan edukasi, kepedulian, dan kesiapsiagaan di lingkungan terdekat. Karena perang melawan narkoba bukan hanya soal menangkap pelaku, tapi menyelamatkan generasi,” imbuhnya. rls

Wakapolri Bicara Pembenahan Profesionalisme-Akuntabilitas di Seminar Internasional

News-raflesia-iindonesia, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membuka Seminar Internasional bertema ‘Optimalisasi Peran Polisi dan Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan Guna Terciptanya Keamanan Lingkungan dan Peningkatan Produktivitas Masyarakat Menuju Ketahanan Pangan Nasional’. Dia menekankan publik semakin sadar tentang akuntabilitas lembaga penegak hukum, terutama pasca-peristiwa akhir Agustus di mana terjadi demonstrasi ricuh yang memakan korban jiwa.

 

“Pasca peristiwa ‘Agustus Kelabu’, masyarakat menunjukkan keberanian lebih tinggi dalam menyampaikan kritik dan aspirasi, menandakan meningkatnya kesadaran publik terhadap akuntabilitas lembaga penegak hukum. Tuntutan publik terhadap reformasi Polri menjadi bagian dari gerakan nasional yang menekankan transparansi, empati, dan reformasi kelembagaan sebagai pondasi pemulihan kepercayaan masyarakat,” kata Komjen Dedi di Aula Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (22/10/2025).

 

Dia lalu menuturkan aksi massa lainnya di awal September semakin memperlihatkan krisis legitimasi Polri, sehingga muncul desakan reformasi. Krisis legitimasi terjadi karena sejumlah faktor.

 

“Deretan peristiwa unjuk rasa besar di berbagai wilayah pada Agustus–September memperlihatkan puncak krisis legitimasi Polri yang menegaskan kebutuhan mendesak akan reformasi struktural dan kultural. Permasalahan internal yang diidentifikasi meliputi lemahnya pengawasan, rendahnya akuntabilitas penegakan hukum, maraknya penyalahgunaan wewenang, serta budaya impunitas yang menggerus kepercayaan publik,” jelas Komjen Dedi.

 

Komjen Dedi menuturkan Polri telah mengundang diskusi para tokoh perwakilan masyarakat sipil dan pakar. “Kajian dari koalisi masyarakat sipil menemukan 130 persoalan yang terhimpun dalam 12 isu utama, mulai dari pengawasan hukum, tata kelola SDM, hingga orientasi pelayanan publik yang masih bersifat administratif,” sambung dia.

 

Oleh sebab itu dia menekankan kebutuhan Polri saat ini adalah perbaikan profesionalisme dan akuntabilitas. Juga penguatan pengawasan eksternal serta menekan perilaku represif.

 

“Evaluasi nasional menempatkan Polri di posisi yang membutuhkan perbaikan signifikan dalam hal profesionalisme dan akuntabilitas, dengan rekomendasi utama memperkuat pengawasan eksternal dan menurunkan pendekatan represif. Pembelajaran dari praktik kepolisian global menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi seperti body-worn camera, CCTV, dan integrasi sistem digital untuk memastikan transparansi serta perlindungan terhadap hak asasi manusia,” ungkap dia.

 

Sebagai penutup, Wakapolri mengutip ucapan tokoh kepolisian Inggris, Sir Robert Peel. “The police are the public, and the public are the police, efektivitas kepolisian ditentukan oleh sedikitnya kejahatan dan besarnya kepercayaan rakyat,” tutup dia.

 

Sementara tu Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana menegaskan pentingnya peran polisi dan masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan serta menciptakan lingkungan yang aman dan produktif. “Lingkungan yang aman tidak hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga membangun kepercayaan dan semangat warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan sosial,” ujar Komjen Chryshnanda.

 

Ia menambahkan, konsep community policing atau pemolisian berbasis masyarakat menjadi strategi utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat, katanya, bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan produktivitas masyarakat.

 

Lebih lanjut, Kalemdiklat Polri menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) anggota Polri agar mampu menjadi polisi yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

 

“Polisi tidak hanya hadir saat terjadi konflik, tetapi harus mampu mencegah, menjembatani komunikasi sosial, dan memanusiakan manusia,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pemolisian sejatinya merupakan refleksi dari kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban. Karena itu, setiap anggota Polri harus memiliki moralitas, literasi, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.

 

Seminar ini dihadiri oleh pejabat Kepolisian Jepang Komjen Nakanishi Akira, Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran, Karojemengar Stamarena Polri selaku Ketua Ikatan Sakura Indonesia Brigjen Sambodo Purnomo Yogo, serta sejumlah akademisi dari universitas di Jateng di antaranya UKSW, UNDIP, UNS, UNNES, dan UNW.

 

Hadir pula Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Edy Murbowo, para Dirbinmas Polda di seluruh Indonesia secara virtual, serta Kapolres, Kasat Binmas, Bhabinkamtibmas, tenaga pendidik, dan siswa Dikbangspes Gelombang 3 Pusdik Binmas. Rls

Polda Bengkulu gelar donor darah wujudkan semangat humanis di hari Jadi Humas Polri ke-74

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74 Tahun 2025, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Bengkulu menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah pada Rabu (22/10/2025) bertempat di Gedung Adem Polda Bengkulu. Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang bertujuan menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di lingkungan Polri.

Pelaksanaan donor darah melibatkan sinergi antara Bidhumas, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Bengkulu, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu. Sebanyak 106 personel turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan setelah melalui proses pemeriksaan medis, 52 di antaranya dinyatakan layak mendonorkan darah.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., MAP., CPHR., CBA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Humas Polri untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Momentum Hari Jadi Humas Polri menjadi pengingat bahwa tugas Humas tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi demi kemanusiaan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menunjukkan bahwa semangat berbagi telah menjadi bagian dari nilai luhur di tubuh Polri.

Melalui kegiatan donor darah ini, Polda Bengkulu berupaya memperkuat citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota Polri serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat luas. rls

error: Content is protected !!