banner 1000x350

Redaksi

970 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Reses Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu: Kenalkan Produk Daur Ulang

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, S.H., menggelar kegiatan reses pada Kamis pagi (27/2/2025) di Kantor Bapelkes Provinsi Bengkulu. Dalam acara ini, Usin tidak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan berbagai produk hasil daur ulang limbah sampah dari kelompok PSU binaannya.

Dalam sambutannya, Usin menekankan pentingnya perizinan usaha bagi masyarakat yang ingin mengembangkan produk daur ulang. Oleh karena itu, ia turut mengundang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTMPSP) agar warga lebih mudah dalam mengurus izin usaha berbasis online.

Pada kesempatan tersebut, Usin juga memamerkan sejumlah produk kreatif berbahan dasar sampah, seperti keranjang minuman dan kotak tisu. Menurutnya, pengolahan limbah tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain memfasilitasi perizinan usaha, Usin turut menggandeng BPJS Kesehatan untuk menyosialisasikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari warga, yang berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dalam pengembangan usaha berbasis daur ulang sampah.

Di akhir kegiatan, Usin menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat dalam pengurusan izin usaha serta mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berdaya guna.

Menteri Pendidikan Apresiasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Bengkulu

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar acara puncak perayaan Tunas Bahasa Ibu 2025 sebagai bagian dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan bahasa daerah di Bengkulu.

Balai Bahasa, Dwi Lely Sukmawati, mengungkapkan bahwa berbagai program telah dijalankan untuk menjaga eksistensi bahasa daerah. Program tersebut meliputi revitalisasi bahasa daerah, penerjemahan bahasa daerah ke bahasa Indonesia, penyusunan kamus, serta pembuatan konten digital berbahasa daerah.

“Acara ini erat kaitannya dengan upaya pelestarian bahasa ibu di Bengkulu. Banyak program yang telah kami jalankan, mulai dari revitalisasi hingga penyediaan media publikasi seperti kamus dan majalah,” ujar Lely, Kamis (27/2).

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2025, program ini masih sejalan dengan tahun sebelumnya, tetapi metode pelaksanaannya lebih disesuaikan agar lebih efektif dalam menjangkau masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, pelestarian bahasa ibu adalah langkah penting dalam menjaga identitas budaya dan warisan bangsa.

“Indonesia memiliki lebih dari 817 bahasa daerah yang harus dijaga eksistensinya. Program seperti ini sangat penting agar bahasa daerah tidak punah dan tetap digunakan oleh generasi muda,” ujar Mu’ti.

Beliau juga menekankan bahwa bahasa daerah memiliki nilai filosofis dan sejarah yang kuat, sehingga perlu terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu, Haryadi, yang mewakili Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Ir. H. Mian, menyampaikan bahwa bahasa daerah memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan identitas budaya.

“Revitalisasi bahasa daerah bukan hanya tentang menjaga bahasa itu sendiri, tetapi juga melestarikan budaya dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” jelas Haryadi.

Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan guru dan siswa SD serta SMP sebagai Tunas Bahasa Ibu. Para siswa diberikan kebebasan memilih tujuh modul pembelajaran bahasa daerah, seperti menulis aksara Ulu, mendongeng, berpidato, dan menyanyikan tembang tradisional. Generasi Muda Didorong Buat Konten Digital Berbahasa Daerah

Haryadi juga mengajak masyarakat Bengkulu untuk lebih aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.

“Bahasa daerah bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman. Justru ini adalah bagian dari kecerdasan dan identitas bangsa. Mari kita tunjukkan kebanggaan kita dengan membuat konten digital berbahasa daerah,” ujarnya.

Ia juga menyerukan kepada berbagai suku di Bengkulu, seperti Rejang, Serawai, Lembak, Pasemah, Pekal, Nasal, Bintuhan, Muko-Muko, dan Melayu Kota, untuk terus melestarikan bahasa mereka.

Program revitalisasi bahasa daerah yang dijalankan oleh Balai Bahasa Bengkulu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Salah satu strategi utama dalam program ini adalah melibatkan guru dan siswa SD-SMP sebagai agen pelestarian bahasa daerah.

Dengan metode pembelajaran berbasis modul, anak-anak diajak untuk memahami dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk. Harapannya, generasi muda Bengkulu tidak hanya mengenal, tetapi juga aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bengkulu, mengingat provinsi ini terpilih sebagai tuan rumah perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional 2025. Diharapkan, berbagai upaya yang telah dilakukan akan semakin memperkuat eksistensi bahasa daerah dan menjadikannya bagian dari pendidikan yang berkualitas.

“IKAL JATI SATU BENGKULU: Dari Organisasi Alumni Menjadi Wadah Pemberdayaan Sosial dan Wisata”

Ikatan Alumni SMEAN/SMKN 1 Kota Bengkulu, atau yang dikenal dengan nama IKAL JATI SATU BENGKULU, pertama kali dibentuk pada tahun 2006 dengan sejumlah tokoh yang menjadi pendirinya, antara lain Ketua Zerhanto, Sekretaris Ibu Dessy Huria Safitri, serta beberapa anggota lainnya seperti Mawan Effendi, Yan Muharsyah, Sri Hartati, dan Hasan Pardi. Pada tanggal 11 Maret 2007, IKAL JATI SATU BENGKULU resmi mengadakan kepengurusan pertama dengan Bapak Zerhanto sebagai Ketua Umum dan Ibu Sri Hartati sebagai Sekretaris Umum untuk periode 2007 hingga 2012.

Pada periode kedua (2012-2017), kepengurusan IKAL kembali diduduki oleh Bapak Zerhanto sebagai Ketua Umum dan Ibu Sri Hartati sebagai Sekretaris Umum. Masa kepemimpinan mereka kembali berjalan dengan lancar, meskipun pada periode berikutnya, IKAL mengalami sedikit vakum selama masa pandemi COVID-19. Pada periode ketiga (2017-2022), Ketua Umum Bapak Sarjan Efendi dan Sekretaris Umum Bapak Andri Martare memimpin organisasi ini, namun pandemi menyebabkan sebagian besar kegiatan terhenti.

Setelah masa vakum, IKAL kembali mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) untuk memilih Ketua Umum yang baru pada periode keempat. Dalam Mubes tersebut, ada empat kandidat yang mencalonkan diri, yaitu Sri Hartati, Dodi, Erawan, dan Prengki. Proses pemilihan berjalan demokratis dan transparan, dan akhirnya Ibu Sri Hartati terpilih kembali sebagai Ketua Umum untuk periode 2023-2028.

Masa kepemimpinan Ibu Sri Hartati menandai kemajuan besar bagi IKAL JATI SATU BENGKULU. Organisasi ini kini sudah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM dan tercatat di Notaris. Dengan pengurusan yang lebih terstruktur, IKAL memiliki identitas resmi dengan wadah yang diakui, yakni “IKAL JATI SATU BENGKULU”. Dengan keberadaan organisasi yang semakin solid ini, segala upaya pihak yang berusaha merugikan IKAL dapat ditanggapi dengan langkah hukum, seperti somasi atau tuntutan hukum.

Sebagai bagian dari perkembangan organisasi, IKAL JATI SATU BENGKULU juga telah mencatatkan kemajuan dalam hal kaderisasi dan keanggotaan. Kini, para anggota IKAL sudah dapat memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), yang menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari organisasi yang sah dan diakui. Selain itu, IKAL juga telah memiliki papan merek untuk sekretariat dan ruang sekretariat yang menjadi pusat kegiatan organisasi.

Lebih lanjut, IKAL juga telah menyusun berbagai program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan anggota. Program-program tersebut mencakup kegiatan keagamaan, sosial, serta kegiatan berbagi melalui program “Ikal Berbagi”. Salah satu kegiatan unggulan adalah eksplorasi wisata, yang dilakukan melalui touring motor ke tempat-tempat wisata di Bengkulu. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam Bengkulu sekaligus mempererat tali persaudaraan antar anggota IKAL.

Seiring dengan perkembangan ini, IKAL JATI SATU BENGKULU terus berbenah untuk menjadi organisasi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, baik di bidang sosial, keagamaan, maupun pariwisata. Melalui berbagai kegiatan ini, IKAL berharap dapat menjadi wadah yang tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar mereka.

Sumber Berita : Prengki (Ketua Harian Ikal Jati Satu Bengkulu)

 

Suharto Ajak Warga Bengkulu Dukung Program Pembangunan Lewat Reses Tahun 2025

news-raflesia-indonesia.my.id – Warga Kota Bengkulu dengan antusias mengikuti acara reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Partai Gerindra, Suharto, yang digelar pada Rabu (26/2/2025) di Kecamatan Ratu Samban. Acara yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai harapan, keluhan, dan usulan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat mereka. Sejak awal, suasana hangat dan penuh semangat sudah terasa di lokasi acara.

Suharto, yang dikenal sebagai wakil rakyat yang dekat dengan masyarakat, menyambut hangat kedatangan warga. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa reses adalah bagian dari tugas legislatif untuk mendengar suara rakyat dan memastikan aspirasi mereka diperjuangkan di tingkat provinsi. “Saya kembali ke tengah masyarakat untuk mendengar keluhan, kebutuhan, dan usulan yang akan saya bawa ke DPRD Provinsi Bengkulu. Tanpa masukan dari masyarakat, pembangunan tidak akan berjalan sesuai harapan,” ujar Suharto.

Komitmen Suharto untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat juga ditekankan dalam setiap kesempatan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil harus berpihak kepada rakyat. “Sesuai pesan Ketua Umum Gerindra, yang juga Presiden RI, Prabowo Subianto, saya akan selalu mengawal kebijakan yang benar-benar menyentuh rakyat,” tambahnya. Suharto menegaskan bahwa segala upaya yang dilakukan pemerintah harus mencakup kebutuhan rakyat yang sesungguhnya.

Selain mendengarkan aspirasi, acara reses ini juga menjadi ajang untuk berbagi doa dan harapan. Suharto mengajak warga untuk mendoakan mantan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, agar diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menghadapi proses hukumnya. “Suka atau tidak suka, Rohidin adalah sahabat dan mitra kerja kami di DPRD, jadi kita harus memberikan dukungan moral untuknya,” katanya.

Kehadiran warga dari berbagai kelurahan dan kecamatan menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Suasana yang hangat semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh masyarakat setempat, yang ikut mendukung kegiatan reses tersebut. Dalam kesempatan itu, mereka memberikan masukan serta berbagi cerita mengenai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Reses kali ini tidak hanya menjadi ajang menyampaikan aspirasi, tetapi juga mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya. Suharto berkomitmen untuk terus bekerja keras memastikan program-program pembangunan yang dirancang oleh pemerintah provinsi benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Bengkulu yang lebih baik,” ujarnya dengan penuh semangat.

Warga pun berharap agar setelah reses ini, langkah-langkah konkret dapat segera diwujudkan. Mereka ingin melihat hasil nyata dari setiap aspirasi yang disampaikan. Dengan semangat kebersamaan, acara reses ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi pembangunan Bengkulu yang lebih maju, dengan peran serta aktif dari seluruh elemen masyarakat.

 

Yosia Yodan Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Hadiri Musda XVI HIPMI DIY, Dukung Ekawati Rahayu Putri Terpilih Secara Aklamasi.

Yogyakarta, news-raflesia-indonesia.my.id – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XVI BPD HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan yang berlangsung di Royal Ambarrukmo pada Selasa (25/2/2025) tersebut bertujuan untuk memilih Ketua Umum BPD HIPMI DIY periode 2025-2028 serta membahas berbagai program strategis organisasi.


‎
‎Dalam musyawarah tersebut, Ekawati Rahayu Putri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum BPD HIPMI DIY yang baru, menggantikan Aditya Bima Santosa Putra yang menjabat pada periode 2022-2025. Yosia Yodan menyampaikan ucapan selamat kepada Ekawati atas terpilihnya sebagai pemimpin baru serta apresiasi kepada Aditya Bima Santosa Putra atas dedikasi dan pengabdiannya selama masa kepemimpinan sebelumnya.
‎
‎*Musda XVI HIPMI DIY Berjalan Sukses*
‎
‎Musda XVI HIPMI DIY mengusung tema “Penguatan Peran Pemuda Menuju Kemandirian Bangsa, Mewujudkan Pemerataan Ekonomi untuk Indonesia Emas 2045.” Proses pemilihan berjalan lancar dengan mekanisme aklamasi, mengingat hanya ada satu calon tunggal yang memenuhi syarat.
‎
‎Ketua Organizing Committee Musda XVI HIPMI DIY, Deddy Prasetyawan, menjelaskan bahwa pemilihan secara aklamasi terjadi karena calon tunggal telah mendapatkan rekomendasi dari empat dari lima BPC (Badan Pengurus Cabang) HIPMI DIY.
‎
‎“Dari lima BPC, empat di antaranya telah memberikan rekomendasi kepada Ekawati Rahayu Putri, sehingga proses pemilihan berjalan tanpa hambatan,” ujar Deddy.
‎
‎Ekawati, yang akrab disapa Eca, merupakan seorang pengusaha muda asal Gunungkidul dengan bisnis di bidang properti dan skincare berskala internasional. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bendahara Umum HIPMI DIY periode 2021-2024.
‎
‎Musyawarah ini diawali dengan pembacaan tata tertib dan pemilihan ketua sidang yang dilakukan secara musyawarah bersama perwakilan BPC. Selanjutnya, dilakukan penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2021-2024. Setelah LPJ diterima oleh forum, kepengurusan sebelumnya dinyatakan demisioner, dan dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi calon ketua umum. Dengan hanya satu calon yang memenuhi syarat, proses pemilihan dilakukan secara aklamasi.
‎
‎Ketua Umum BPD HIPMI DIY periode 2022-2025, Aditya Bima Santosa Putra, menyampaikan bahwa selama kepemimpinannya, HIPMI DIY telah berkontribusi dalam mendorong semangat anak muda untuk berkarya dan berwirausaha.
‎
‎“Kami berharap di masa mendatang, HIPMI DIY bisa semakin berkembang. Yogyakarta memiliki banyak kampus dengan berbagai bidang keahlian. Ini bisa menjadi potensi besar dalam meningkatkan jumlah pengusaha muda di daerah ini,” ungkap Aditya.
‎
‎*Ucapan Selamat dari BPD HIPMI Bengkulu*
‎
‎Dalam kesempatan ini, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, memberikan ucapan selamat kepada Ekawati Rahayu Putri atas terpilihnya sebagai Ketua Umum BPD HIPMI DIY periode 2025-2028. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dalam menyelenggarakan Musda XVI dengan sukses.
‎
‎“Saya mengucapkan selamat kepada saudari Ekawati Rahayu Putri atas amanah baru sebagai Ketua Umum BPD HIPMI DIY. Semoga dapat membawa HIPMI DIY semakin maju dan memberikan kontribusi besar bagi dunia usaha muda di Yogyakarta. Tak lupa, saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada saudara Aditya Bima Santosa Putra atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI DIY periode sebelumnya,” ujar Yosia Yodan.
‎
‎Selain itu, Yosia juga menegaskan pentingnya peran HIPMI dalam membangun ekosistem wirausaha yang kuat di Indonesia. Ia berharap dengan kepemimpinan baru, HIPMI DIY dapat semakin berkembang dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
‎
‎Musda XVI HIPMI DIY ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha muda di Yogyakarta untuk memperkuat jaringan bisnis dan meningkatkan kontribusi mereka dalam perekonomian daerah dan nasional. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan HIPMI DIY dapat terus menjadi wadah bagi pengusaha muda untuk berkembang dan berinovasi dalam menghadapi tantangan global.

“Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu Gelar Sustainable Innovation Fair 2025, Libatkan Orang Tua dalam Konferensi Pembelajaran”

Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu mengadakan kegiatan Sustainable Innovation Fair (SIF) 2025 yang melibatkan orang tua murid dalam sebuah Konferensi Orang Tua. Acara ini bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), proyek sains siswa, serta bagaimana orang tua dapat memberikan umpan balik terhadap hasil karya anak-anak mereka.

 

‎

‎Teacher Coordinator of Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, Atanasius Gabe Hardional Sinaga, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran inovatif yang diterapkan di sekolah. Dalam kegiatan ini, orang tua tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan masukan terhadap proyek yang telah dikerjakan oleh anak-anak mereka.

‎

‎”Hari ini, kami mengundang seluruh orang tua murid untuk melihat langsung proses pembelajaran yang telah dilalui anak-anak, termasuk tantangan yang mereka hadapi dalam menyelesaikan proyek mereka. Dengan adanya umpan balik dari orang tua, anak-anak dapat meningkatkan produk mereka agar lebih baik serta memiliki dampak nyata bagi komunitas dan masyarakat,” ujar Atanasius, di Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, Jalan Kapuas Raya, Padang Harapan, Kota Bengkulu, Selasa (25/2/2025).

‎Fokus pada Keberlanjutan dan Teknologi

‎

‎SIF 2025 menampilkan berbagai proyek sains yang mengusung konsep keberlanjutan (sustainability). Para siswa ditantang untuk menciptakan produk inovatif yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti memanfaatkan material daur ulang, menggunakan bahan-bahan bekas, serta menciptakan produk yang dapat mengurangi limbah.

‎

‎”Kegiatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menemukan solusi atas permasalahan lingkungan di sekitar mereka. Kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya keberlanjutan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

‎

‎Selain itu, tahun ini SIF 2025 juga mengikuti tren perkembangan teknologi dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) dalam proses pembelajaran. Para siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi penggunaan AI, coding, dan teknologi lainnya dalam mengembangkan proyek sains mereka.

‎

‎”Saat ini, AI dan teknologi semakin berkembang pesat. Oleh karena itu, kami ingin membekali anak-anak dengan keterampilan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga inovator masa depan,” ungkap Atanasius.

‎

‎Melalui kegiatan ini, Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.

‎

‎”Harapan kami, anak-anak dapat terus mengembangkan keterampilan yang mereka pelajari di kelas, baik dalam aspek akademik maupun keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Selain itu, kami juga berharap hubungan antara sekolah, orang tua, dan guru semakin harmonis, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak secara optimal,” jelas Atanasius.

‎

‎Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda tahunan sekolah yang selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan adanya SIF 2025, Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

 

 

‎

error: Content is protected !!