banner 1000x350

Redaksi

974 KIRIMAN 0 KOMENTAR

IPTU Nyarna: Kapolsek Kampung Melayu Polresta Bengkulu penerima penghargaan Hoegeng Corner 2025 kategori Polisi Berdedikasi

Foto: istimewa

 

news-raflesia-indonesia, Kota Bengkulu – Berkat kegigihannya dalam melayani masyarakat, seorang polisi berpangkat IPTU yang menjabat Kapolsek Kampung Melayu Polresta Bengkulu, berhasil meraih penghargaan Hoegeng Corner 2025 kategori Polisi Berdedikasi.

Ialah IPTU Nyarna, S.H., M.H., perwira polisi yang dikenal rendah hati dan peduli terhadap warga kurang mampu. Penghargaan tersebut diterimanya pada kegiatan Rakorbin SDM dan PNS Polri Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Rabu (29/10).

Perjalanan Dedikasi Sang Polisi Berdedikasi

Masa kecil yang penuh keterbatasan menjadi pelajaran berharga bagi IPTU Nyarna. Kini, ketika mengabdi sebagai polisi, ia menyadari bahwa sebagian rezekinya adalah titipan yang harus disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sejak awal kariernya sebagai bintara, IPTU Nyarna aktif menggagas berbagai kegiatan sosial, salah satunya program bedah rumah warga tidak mampu. Sejak tahun 2010 hingga kini, tercatat sekitar 100 rumah telah berhasil direnovasi melalui program yang ia jalankan bersama tim relawan dan para donatur.

> “Setiap saya dinas di manapun, itu andalan saya, karena wujud syukur. Di manapun saya dinas, saya gerak,” ujar IPTU Nyarna.

Dana untuk program tersebut bersumber dari para donatur, Baznas, REI, Pelindo hingga sumbangan pribadi IPTU Nyarna sendiri. Ia juga menggagas gerakan hari sedekah untuk mengajak anggota dan masyarakat sekitar ikut berbagi.

Proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui survei langsung ke lapangan bersama tokoh masyarakat setempat. Sementara untuk pelaksanaan renovasi, IPTU Nyarna bekerja sama dengan tukang profesional dan developer agar hasilnya maksimal dan berkualitas.

> “Dulu rumah saya bambu, lantainya tanah, kalau hujan bocor. Jadi saya tahu rasanya hidup dalam keterbatasan. Membantu masyarakat ini wujud rasa syukur saya kepada Allah,” tuturnya dengan haru.

Program Sosial “PERJAKA” dan Bantuan untuk Rutan dan Lapas

Tak hanya fokus pada program bedah rumah, IPTU Nyarna juga menginisiasi program “PERJAKA”, yang merupakan singkatan dari Perkebunan, Rohani, Jangkrik, Kambing, dan Ayam. Program ini dilaksanakan di panti lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap para penghuni yang membutuhkan perhatian dan aktivitas produktif.

> “Para lansia di panti itu memerlukan sentuhan bantuan dan kegiatan positif agar tetap semangat menjalani hari-harinya. Melalui program PERJAKA ini, kami ingin memberi mereka ruang untuk berkarya dan berdaya,” ungkapnya.

Selain itu, kepedulian IPTU Nyarna juga menyentuh para warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Ia memberikan berbagai bantuan sarana keterampilan dan kegiatan positif di beberapa lokasi, di antaranya:

– Rutan Malabero Bengkulu: bantuan alat perbengkelan, barbershop, dan hadroh.
– Lapas Bentiring Bengkulu: bantuan alat olahraga dan perlengkapan konveksi.
– Lapas Perempuan Bengkulu: bantuan peralatan salon serta pembangunan sumur bor untuk kebutuhan air bersih.

Rangkaian kegiatan sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian IPTU Nyarna terhadap semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan.

Apresiasi Kapolresta Bengkulu

Atas prestasi dan dedikasi tersebut, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, S.Sos., M.H memberikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam terhadap IPTU Nyarna.

> “Kami sangat bangga memiliki anggota seperti IPTU Nyarna. Beliau bukan hanya melaksanakan tugas kepolisian dengan baik, tetapi juga hadir sebagai teladan dalam kepedulian sosial. Apa yang dilakukan beliau membuktikan bahwa polisi bisa menjadi sahabat sekaligus penolong masyarakat,” ujar KBP Sudarno.

Kapolresta menambahkan, semangat dan ketulusan IPTU Nyarna menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Polresta Bengkulu untuk terus berbuat kebaikan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

> “Penghargaan ini bukan hanya milik IPTU Nyarna, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh jajaran Polresta Bengkulu. Kami berharap semangat beliau menular ke seluruh anggota untuk selalu berbuat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan segudang pengabdian dan kepeduliannya, IPTU Nyarna menjadi sosok nyata semangat Presisi Polri yang humanis, melayani dengan hati, dan memberi manfaat tanpa pamrih bagi masyarakat.

Bidpropam Polda Bengkulu laksanakan giat sosialisasi Whistle Blower System dan SP4N LAPOR pada personel Polda Bengkulu

Foto: istimewa

 

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Bidpropam Polda Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi Whistle Blower System dan SP4N LAPOR di Aula Hotel Willo Kota Bengkulu Kegiatan ini dipimpin oleh Kompol Dista Nali Putra, S.I.K. Plh. Kasubbidprovos Bidpropam di dampingin Ipda Agung Samudra, S.H. Panit Hartib Subbidprovos Bidpropam dan bersama 3 personel bidpropam polda bengkulu. Kamis (30/10)

Sosialisasi ini diikuti oleh 65 personel Polda Bengkulu dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Whistle Blower System dan SP4N LAPOR. Whistle Blower System adalah sistem pelaporan yang memungkinkan masyarakat atau pegawai negeri untuk melaporkan tindakan pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara, terutama terkait dengan tindak pidana korupsi.

Dalam Whistle Blower System, pegawai negeri pada Polri dapat melaporkan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara dengan kriteria tertentu, seperti menjelaskan siapa, melakukan apa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana, serta dilengkapi dengan bukti permulaan seperti data, dokumen, gambar, dan rekaman yang mendukung laporan tersebut.

“Terwujudnya peningkatan transparansi Publik, Penguatan Citra Positif Polri, tumbuhnya Kesadaran Internal, Serta Mewujudkan Kepercayaan Masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi personel Polda Bengkulu dalam mencegah dan memberantas tindakan korupsi dan pelanggaran lainnya. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap personel dapat memahami pentingnya melaporkan tindakan pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi di lingkungan kerja,” ujar Kompol Dista Nali Putra, S.I.K.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi personel Polda Bengkulu dalam mencegah dan memberantas tindakan korupsi dan pelanggaran lainnya yang ada di Polda Bengkulu dan jajaran Polres/ta. Dengan adanya sosialisasi ini, personel Polda Bengkulu dapat memahami pentingnya melaporkan tindakan pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi di lingkungan kerja. rls

Propam Polda Bengkulu luncurkan aplikasi “Pengaduan Cepat” untuk tingkatkan layanan aduan masyarakat ‎

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Bengkulu — Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri terus berinovasi dalam meningkatkan transparansi dan pelayanan terhadap masyarakat. Melalui Kepala Bidang Propam Polda Bengkulu, Kombes Pol Sugeng Pujihartono, S.E., M.H., secara resmi diluncurkan aplikasi “Pengaduan Cepat Propam Polri” yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.
‎
‎Dalam keterangannya, Kombes Pol Sugeng menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aduan, laporan, atau informasi terkait pelanggaran disiplin maupun kode etik anggota Polri. Dengan teknologi berbasis digital, sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan laporan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
‎
‎“Hari ini kami meluncurkan aplikasi Pengaduan Cepat Propam Polri. Masyarakat cukup memindai Kode QR yang tersedia di berbagai platform resmi Propam Polri untuk melakukan pengaduan secara cepat dan aman. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” ujar Kombes Pol Sugeng.
‎
‎Ia menambahkan, kehadiran aplikasi tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Melalui sistem digital ini, setiap laporan akan langsung diterima oleh petugas Propam untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
‎
‎“Seluruh aduan akan diverifikasi dan ditangani secara profesional. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena keamanan data dan kerahasiaan pelapor menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
‎
‎Selain melalui aplikasi, masyarakat juga dapat mengakses layanan aduan Propam Polri melalui situs resmi dan media sosial yang telah terintegrasi dengan sistem pelaporan cepat. Polri berharap inovasi ini dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menciptakan pelayanan publik yang transparan dan berintegritas.
‎
‎Kombes Pol Sugeng mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi tersebut secara bijak, dengan menyampaikan laporan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi kinerja Polri. Laporkan jika ada pelanggaran, tetapi gunakan fasilitas ini secara bertanggung jawab,” tuturnya.
‎
‎Dengan hadirnya “Pengaduan Cepat Propam Polri”, diharapkan proses penanganan aduan masyarakat menjadi lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
‎

JMSI dan ACJA dirikan rumah wartawan Tiongkok–Indonesia: Jembatani pertukaran dan kolaborasi media dua negara

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, JAKARTA — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Asosiasi Wartawan Seluruh Tiongkok (All China Journalists Association/ACJA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan saling pengertian, pertukaran, dan kerja sama di antara para profesional media kedua negara.

MoU tersebut ditandatangani Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu dan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa di gedung VOI Media Jalan Tanah Abang III, Jakarta, hari Selasa, 28 Oktober 2025.

“ACJA dan JMSI sepakat untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran, dan bersama-sama mempromosikan pembangunan “Rumah Wartawan Tiongkok-Indonesia” melalui kegiatan seperti pertukaran personel, seminar berita, dan pertemuan budaya,” ujar Ketua Umum JMSI Teguh Santosa.

Dia mengatakan, hubungan baik kedua organisasi telah berlangsung sejak lama, sejak Belt and Road Journalist Network (BRJN) didirikan pada tahun 2017 di Beijing di mana Teguh Santosa hadir dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan itu.

“Pendirian wadah ini sejalan dengan slogan kerja JMSI bahwa wartawan profesional bekerja di perusahaan pers yang profesional,” sambungnya.

Sementara Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu menggarisbawahi arti penting kerja sama masyarakat pers kedua negara dalam kerangka yang lebih besar, yakni hubungan baik Tiongkok dan Indonesia di berbagai bidang sejalan dengan Belt and Road Initiative yang dikembangkan Presiden Xi Jinping.

Dia menambahkan, “Rumah Wartawan Tiongkok-Indonesia” akan mengorganisir dan mengirimkan delegasi wartawan untuk kunjungan timbal balik. Selain itu, menyelenggarakan kegiatan pelaporan bersama yang berfokus pada tema Belt and Road Initiative.

“Rumah Wartawan Tiongkok-Indonesia” juga mendorong pengorganisasian dan partisipasi dalam kegiatan pelatihan wartawan serta mendukung pertukaran dan kerja sama antar sekolah jurnalistik di kedua negara.

Dalam acara penandatanganan MoU ini hadir pengurus JMSI, Ketua Harian Ari Rahman, Ketua Hubungan Antar Lembaga Wayan Sudane, Ketua Dewan Pakar, Hendry Ch Bangun, Utusan Khusus Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, dan Wakil Sekjen Sambri.

Sementara dari ACJA,  selain Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu, juga hadir Wakil Direktur Internasional ACJA Wang Lin, Sekretaris Asosiasi Wartawan Provinsi Shaanxi Fu Hangzhen, Direktur Eksekutif Asosiasi Wartawan Provinsi Chongqing Ni Ning, Direktur Pelaksana China Daily Wang Shanshan, serta Pemimpin Redaksi VOI Iqbal Irsyad beserta jajaran redaksi.

Kunjungan ke RRI

Sebelum penandatanganan MoU, JMSI dan ACJA berkunjung ke Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan utama yang mendorong kolaborasi antara media Indonesia dan Tiongkok adalah masalah disinformasi, misinformasi, dan hoaks.

Hendrasmo memandang penanganan informasi yang masif ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu-dua entitas, melainkan melibatkan banyak pihak.

“Intinya kita saling berkolaborasi untuk verifikasi berita,” katanya.

Adapun Teguh mengatakan, kunjungan ke RRI juga dilakukan karena kehadiran ACJA bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang merupakan salab satu tonggak penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“RRI adalah alat perjuangan kemerdekaan yang tumbuh sebagai faktor penting dalam pembangunan kebangsaan Indonesia,” ujar Teguh lagi.

Dia mengatakan, di tengah tantangan yang dihadapi di era digital dan disrupsi, RRI dapat menyesuaikan diri dan terus berkembang sebagai salah satu sumber informasi arus utama. rls

Kolaborasi Bank Indonesia dan Universitas Bengkulu hadirkan taman edukasi QRIS: Dorong transformasi keuangan digital di kampus

Foto: istimewa

News-raflesia-indonesia.my.id, Bengkulu,– Bank Indonesia meresmikan Taman QRIS dan CBP Rupiah (27/10)  di Universitas Bengkulu sebagai langkah nyata memperluas edukasi keuangan digital serta menanamkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di kalangan generasi muda.

Peresmian berlangsung di halaman Rektorat Universitas Bengkulu dan dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, bersama Rektor Universitas Bengkulu, Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat

Turut hadir jajaran wakil rektor, dosen, dan civitas akademika Universitas Bengkulu yang antusias menyambut kehadiran taman edukatif tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bengkulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungan dan kolaborasi strategis yang telah terjalin.

Ia menegaskan, kehadiran Taman QRIS dan CBP Rupiah akan menjadi sarana edukatif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya transaksi digital yang aman dan efisien.

Selain itu, taman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa Indonesia.

Rektor juga memberikan penghargaan kepada Bank Indonesia atas dukungannya dalam pengembangan Cafe Digital Skopus (Secangkir Kopi Kampus) yang menjadi bagian dari inovasi ekosistem pembayaran digital di lingkungan kampus.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan bahwa taman ini merupakan yang pertama di Provinsi Bengkulu dengan konsep penggabungan edukasi digitalisasi pembayaran dan literasi Rupiah dalam satu ruang publik terbuka.

Menurutnya, taman ini bukan sekadar ruang hijau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran interaktif yang memperkenalkan ekosistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) secara nyata kepada mahasiswa.

Cafe Digital Skopus turut menjadi contoh penerapan QRIS Tap di lingkungan pendidikan tinggi sebagai bagian dari komitmen mendukung transformasi digital.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan pentingnya literasi digital dan pemahaman terhadap Rupiah sejak dini, termasuk di kalangan mahasiswa.

Ia menyebut, pembangunan Taman QRIS dan CBP Rupiah di Universitas Bengkulu merupakan bentuk sinergi antara BI dan perguruan tinggi dalam memperkuat transformasi ekonomi digital nasional.

Melalui kolaborasi ini, Bank Indonesia berharap Universitas Bengkulu menjadi pionir kampus CBP Rupiah dan digitalisasi pembayaran di wilayah Bengkulu serta menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain dalam menumbuhkan karakter cinta Rupiah dan semangat ekonomi digital yang inklusif. rls

 

 

 

 

 

Tren Narkoba Baru Ketamine-Etomidate, Kapolri: Akan ada terobosan hukum

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan tren baru penyalahgunaan narkoba yang cukup mengkhawatirkan.

Menurut Sigit, tren itu penggunaan senyawa berbahaya berupa Ketamine dengan cara dihirup melalui hidung dan Etomidate yang dicampur dengan liquid vape dan kemudian dihisap menggunakan pods.

“Kedua senyawa berbahaya tersebut belum diatur dalam produk hukum, sehingga penggunanya tidak dapat dipidana,” kata Sigit dalam pemusnahan narkoba di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, Polri sebagai bagian dari Komite Nasional Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, saat ini sedang bekerja sama dengan Tim Kerja Akses Obat Kemenkes RI.

Hal itu, kata Sigit dilakukan untuk mencari suatu terobosan hukum terkait penggolongan senyawa berbahaya Ketamine dan Etomidate.

“Agar dapat dilampirkan dalam daftar yang dimuat dalam revisi UU Narkotika, termasuk dalam jangka pendek dituangkan dalam Lampiran Permenkes terkait penggolongan narkotika,” tegas Sigit.

Dengan adanya terobosan hukum itu, Sigit menjelaskan, pengguna senyawa berbahaya dapat dilakukan penegakan hukum atau pidana.

“Diharapkan ke depannya penyalahgunaan kedua senyawa berbahaya tersebut dapat dipidana,” tutup Sigit rls

error: Content is protected !!