Dapat lampu hijau DKI, Progres kepindahan atlet sepatu roda Bengkulu capai 80 Persen

Foto: Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain (tengah, berdiri kemeja putih) foto bersama jajaran pengurus KONI dan awak media usai acara coffee morning di Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8). (Foto: Dok. News-raflesia-indonesia)

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan komitmennya untuk memberikan penghargaan yang layak bagi para atlet Bengkulu yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara coffee morning bersama awak media di Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8).

Dalam kesempatan itu, Teuku menyampaikan bahwa pemberian reward sebesar Rp1 miliar bagi setiap atlet peraih medali emas masih sangat memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD Provinsi Bengkulu. Menurutnya, jika Bengkulu mampu membawa pulang enam medali emas, total kebutuhan anggaran reward mencapai sekitar Rp6 miliar—sebuah nominal yang dinilai wajar sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet membela nama daerah.

“NTB nanti target 25 besar setara dengan 6 emas, ini yang kita inginkan. Kemarin kita di PON Aceh urutan 37 dari 38 provinsi yang ikut,” ungkap Teuku.

Ia menjelaskan bahwa saat ini KONI tengah disibukkan dengan berbagai program pembinaan intensif menuju PON 2028. Seluruh atlet yang direkomendasikan oleh tiap cabang olahraga (cabor) telah masuk dalam skema pembinaan, di mana atlet beserta pelatih mulai menerima honor bulanan demi memacu semangat berlatih.

Selain mengandalkan dana APBD, KONI Bengkulu juga mendorong peran aktif dunia usaha melalui program “bapak angkat atlet”. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bengkulu akan didata untuk diajak berkolaborasi membina satu hingga dua atlet.

“Kita juga akan minta bantuan perusahaan. Misalnya satu perusahaan membina satu atlet atau satu perusahaan dua atlet. Mereka bisa membantu pembinaan, jadi bapak angkatnya. Itu meringankan dan kemudian mereka merasa memiliki Bengkulu,” jelas Teuku.

Tak hanya mengupayakan bonus berlimpah, Teuku menyoroti pentingnya jaminan fasilitas dan akomodasi atlet selama masa pertandingan. Kebutuhan tempat tinggal yang nyaman, asupan makanan yang terjaga, serta stamina atlet wajib menjadi prioritas utama.

“Kalau sudah capek-capek berjuang, bahkan sampai cedera, kemudian pulang hanya mendapatkan Rp50 juta atau Rp100 juta, tentu motivasinya berbeda. Kita tidak ingin seperti itu. Atlet pulang ke Bengkulu, reward-nya sudah kita siapkan dan sudah kita anggarkan. Tinggal diberikan karena itu hak mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan, prinsip kenyamanan selama ajang berlangsung mutlak diperuntukkan bagi atlet, sementara para pengurus siap menyesuaikan diri.

“Yang harus tidur di hotel bintang lima itu atlet. Kami pengurus KONI kalau perlu tidur di mes. Atlet harus dijaga, harus tidur nyenyak, jangan ada nyamuk menggigit, makanannya juga harus terjaga. Kita pengurus nanti di mana ada tempat, di situ kita tidur. Jangan pengurusnya yang tidur enak, sementara atlet tidak mendapatkan fasilitas yang layak,” tegas Teuku.

Persiapan akomodasi maupun penganggaran menuju pesta olahraga 2028 dipastikan terencana matang sejak jauh-jauh hari. “Pokoknya kalau anak-anak kita punya potensi, akan kita upayakan. Kalau memang bisa berangkat, kita cari upaya agar mereka bisa berangkat dan memberikan yang terbaik untuk Bengkulu,” pungkasnya.

Asa Medali Emas dan Progres Kepindahan Atlet Sepatu Roda

Salah satu cabor yang diestimasi dapat menyumbang medali emas untuk Provinsi Bengkulu adalah sepatu roda. Pihak KONI menjelaskan bahwa progres penarikan kembali atlet berprestasi asal Bengkulu dari cabor ini sudah dikomunikasikan secara intensif kepada sang atlet maupun Pemerintah DKI Jakarta.

Foto: Atlet Asal Bengkulu yang telah mengukir perestasi di nasional dan di beberapa negara lain.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Ari Martin-pelatih sepatu roda yang sukses mengantarkan atletnya menjuarai berbagai kejuaraan nasional dan internasional-membenarkan adanya komunikasi tersebut.

“Benar sudah ada dihubungi dan berkomunikasi dengan pihak KONI Bengkulu. Pihak DKI juga telah memberi lampu hijau untuk perpindahan menjadi atlet Bengkulu lagi. Namun sampai saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut baik dari Bengkulu maupun dari DKI,” ungkap Ari Martin.

lewat sambungan telp, Kepala Bidang Prestasi (Kabid Binpres) KONI Bengkulu, Hopalara, memastikan bahwa proses kepindahan berjalan sesuai jalur tanpa kendala berarti.

“Laporan dari tim yang berangkat kemarin ada tim satgas, tidak ada masalah, progress 80 persen, tinggal nunggu waktunya,” jelas Hopalara.

Pewarta: Man