banner 1000x350

Redaksi

969 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Wagub Ir. Mian buka Forbisda HIPMI 2026: Dorong hilirisasi dan jadikan Bengkulu pemain utama ekonomi

Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian didampingi jajaran Forkopimda dan BPP dan BPD HIPMI Bengkulu saat membuka Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 29/4/2026 di Two K Azana Style Hotel.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Momentum kebangkitan ekonomi daerah kembali ditegaskan melalui gelaran Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Bengkulu 2026 yang berlangsung di Two K Azana Style Hotel, Selasa (28/4). Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, didampingi jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu. Kehadiran para petinggi daerah ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap geliat pengusaha muda dalam membangun kemandirian ekonomi di Bumi Merah Putih.

Dalam arahannya, Pemerintah Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya perlakuan khusus agar Bengkulu sejajar dengan provinsi lain. Semangat membantu rakyat harus dimulai dengan kemudahan investasi dan pembenahan infrastruktur, karena akses yang buruk akan membuat investor berpikir ulang. Saat ini, Gubernur memiliki misi besar membangun kawasan industri Pulau Baai melalui kolaborasi dengan Pelindo yang diharapkan menjadi wadah bagi pengusaha muda BPD HIPMI untuk mengelola potensi luar biasa di sektor pertanian dan perkebunan ujar,” Ir. Mian .

“Kondisi miris di mana Bengkulu memiliki 43 pabrik kelapa sawit namun ekspor CPO-nya masih menggunakan nama daerah lain seperti Teluk Bayur menjadi perhatian serius. Begitu juga dengan komoditas kopi dari Kepahiang, Rejang Lebong, dan Seluma yang hilirisasinya masih banyak dilakukan di luar daerah. Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan, tangki timbun, dan kawasan industri di Pulau Baai merupakan tantangan nyata agar hilirisasi produk unggulan benar-benar terjadi di Bengkulu melalui kolaborasi bersama HIPMI,” Ir. Mian ungkap dalam pembukaan acara.

“Lobi intensif terus dilakukan ke pemerintah pusat demi perhatian khusus bagi Bengkulu, terutama terkait percepatan konektivitas jalan tol menuju lintas tengah Lubuklinggau serta rencana kelanjutan jalur kereta api dari Palembang-Lubuklinggau hingga ke Pulau Baai. Semua infrastruktur strategis ini diharapkan menjadi daya dukung utama bagi dunia usaha di masa depan. Pengusaha muda diharapkan fokus pada sektor hilirisasi agar komoditas daerah memiliki nilai jual tinggi sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam mengelola kekayaan daerah demi kesejahteraan masyarakat, “Ir. Mian ungkap.

Apresiasi juga mengalir dari pengurus pusat yang memuji solidnya ekosistem bisnis di Bengkulu sebagai wadah strategis untuk pemetaan peluang investasi. BPP HIPMI mengaku bangga karena kehadiran jajaran pimpinan daerah menunjukkan bahwa Bengkulu merupakan daerah yang ramah investasi dan memiliki visi masa depan yang jelas bagi para pelaku usaha, Sona Maesana ungkap.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu menjelaskan bahwa Forbisda tahun ini dirancang untuk melahirkan kesepakatan bisnis yang konkret, bukan sekadar pertemuan seremonial. Melalui forum ini, para pengusaha muda mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan pengambil kebijakan terkait berbagai kendala di lapangan, mulai dari penyederhanaan perizinan hingga akses permodalan yang lebih luas bagi UMKM, Yosia Yodan ungkap.

Sebagai penutup, sinergi dengan unsur Forkopimda turut menjamin aspek keamanan dan kepastian hukum bagi setiap investor yang menanamkan modalnya. Pemerintah bersama aparat penegak hukum memastikan aktivitas usaha yang berizin resmi akan mendapatkan perlindungan maksimal. Langkah ini krusial untuk membangun citra positif Bengkulu sebagai destinasi investasi yang aman dan menjanjikan di wilayah pesisir barat Sumatera, guna mewujudkan ekosistem ekonomi yang mandiri dan kompetitif.

pewarta: Man

Babak baru media Bengkulu: Pengurus JMSI resmi dilantik untuk jaga kualitas informasi

Jajaran pengurus periode 2025-2030 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu resmi dilantik di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (27/4/2026)

news-raflesia-indonesia Bengkulu – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu resmi memasuki babak baru setelah jajaran pengurus periode 2025-2030 dilantik secara khidmat di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (27/4). Prosesi ini menjadi momentum krusial bagi ekosistem media lokal untuk memperkuat integritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Di bawah kepemimpinan Dedy Hardiansyah Putra, JMSI Bengkulu berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas jurnalistik yang sehat dan profesional di Bumi Rafflesia.

Insan pers saat ini dituntut untuk bergerak cepat dan kreatif namun tetap memegang teguh aturan moral jurnalistik. Teknologi hanyalah alat bantu, sementara marwah utama pers tetap terletak pada nilai-nilai kebenaran, sehingga jurnalis manusia harus tetap menjadi filter utama untuk memastikan akurasi informasi yang diterima masyarakat,” ungkapTeguh Santosa .

Segenap pemilik media kini dirangkul untuk membangun lingkungan usaha yang mandiri dan memiliki payung hukum yang kuat. Tantangan terbesar saat ini bukan sekadar soal persaingan teknologi, melainkan bagaimana memastikan bahwa setiap media yang bernaung di bawah organisasi adalah media yang kredibel dan mampu meningkatkan kapasitas SDM jurnalisnya,” ungkap Dedy ungkap.

Kehadiran pengurus baru ini juga diharapkan mampu menjadi penunjuk arah di tengah simpang siurnya informasi di media sosial. Dengan aturan keanggotaan yang ketat, organisasi ini ingin memastikan bahwa setiap anggotanya adalah media yang tepercaya dan patuh pada aturan hukum. Fokus utama kepengurusan periode ini adalah mendorong penyedia berita lokal tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi mampu tumbuh secara profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah melalui pemberitaan yang mendidik.

Dukungan penuh turut mengalir dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan berbagai mitra strategis yang hadir dalam acara tersebut. Pemerintah daerah berharap organisasi ini dapat menjadi mitra yang memberikan masukan membangun dalam mengawal kebijakan publik serta mempromosikan potensi daerah. Kerja sama antara pemerintah dan media siber dipandang sebagai kunci utama dalam menciptakan ruang digital yang sehat, bebas dari narasi yang memecah belah, serta mampu mendorong pembangunan ekonomi daerah secara positif.

Melalui visi media yang profesional, pengurus baru ini siap menghadapi dinamika industri yang terus berubah dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Langkah awal akan difokuskan pada penguatan internal organisasi dan penyatuan visi anggota agar setiap perusahaan media lokal memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional. Pelantikan ini menjadi titik awal bagi kebangkitan media yang jujur dan berintegritas dalam menjaga demokrasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa di masa depan.

pewarta: Man

197 Papan Bunga, Pelantikan JMSI Bengkulu jadi momentum kebangkitan media siber profesional

Ratusan papan bunga dari berbagai mitra kerja membanjiri pelataran Hotel Mercure Bengkulu pada momen pelantikan Pengda JMSI Bengkulu periode 2025–2030

news-raflesia-indonesia, Bengkulu– Pelantikan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 berlangsung spektakuler di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (27/4/2026). Peristiwa ini mencuri perhatian publik setelah tercatat sebanyak 197 papan bunga ucapan selamat memadati area hotel hingga meluber ke sepanjang jalan protokol. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan dukungan masif dari berbagai mitra strategis, tetapi juga menjadi berkah ekonomi bagi para pengusaha papan bunga lokal di Bumi Rafflesia.

Ketua JMSI Bengkulu terpilih, Dedy Hardiansyah Putra, secara resmi dilantik untuk menakhodai organisasi perusahaan pers ini selama lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Dedy menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem media siber yang lebih sehat, profesional, dan berintegritas di Provinsi Bengkulu. Ia menekankan bahwa di tengah gempuran informasi digital, media siber di bawah naungan JMSI harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan berita yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dukungan luar biasa berupa ratusan papan bunga yang datang dari jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, hingga sektor swasta menjadi sinyal kuat tingginya kepercayaan mitra terhadap JMSI. Banyaknya karangan bunga ini dinilai sebagai bentuk apresiasi atas peran media siber dalam mengawal pembangunan daerah selama ini. Momentum pelantikan ini pun berubah menjadi ajang konsolidasi besar bagi para pemilik media untuk menyatukan visi dalam meningkatkan standar kualitas jurnalistik digital.

Dedy Hardiansyah juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh mitra kerja yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil. Baginya, banyaknya papan bunga yang membanjiri lokasi acara adalah simbol harapan publik agar JMSI terus tumbuh menjadi organisasi yang solid. Ia berjanji akan membawa JMSI Bengkulu menjadi wadah yang produktif dalam memfasilitasi kemajuan perusahaan media lokal agar mampu bersaing secara nasional maupun global.

Sisi menarik lainnya adalah dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh pelaku UMKM jasa papan bunga di Kota Bengkulu. Lonjakan pesanan yang mencapai ratusan buah dalam satu hari memberikan angin segar bagi geliat usaha lokal. Hal ini membuktikan bahwa perhelatan organisasi media seperti JMSI mampu memberikan multiplier effect bagi sektor ekonomi kreatif lainnya, mempertegas posisi media sebagai mitra strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Selain seremoni pelantikan, pengurus baru JMSI Bengkulu telah menyiapkan serangkaian program kerja strategis yang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) jurnalis. Program tersebut mencakup pelatihan manajemen media, literasi digital, hingga penguatan aspek legalitas perusahaan pers. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh anggota JMSI Bengkulu memiliki landasan hukum yang kuat dan mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan aktivitas usahanya.

Dengan berakhirnya prosesi pelantikan, JMSI Bengkulu siap melangkah lebih jauh dalam mewujudkan iklim pers yang bermartabat. Kehadiran wajah-wajah baru dalam kepengurusan ini diharapkan membawa energi segar dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah serta masyarakat luas. Pelantikan yang meriah ini menjadi titik awal bagi JMSI untuk membuktikan bahwa media siber bukan sekadar penyampai informasi, melainkan pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa di era digital.

pewarta: Man

Gebrakan ekonomi lokal, HIPMI Expo 2026 dorong UMKM Bengkulu tembus pasar nasional

Suasana kemeriahan HIPMI Expo dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 di Two K Azana Style Hotel Bengkulu

news-raflesia-indonesia, Bengkulu– Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu sukses menggelar perhelatan akbar HIPMI Expo dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah di Two K Azana Style Hotel Bengkulu sejak Senin (27/4/2026) ini, menjadi momentum krusial bagi akselerasi pelaku UMKM lokal untuk “naik kelas”. Acara ini dirancang sebagai jembatan strategis untuk mempertemukan produk-produk unggulan daerah dengan akses pasar yang lebih luas di tingkat nasional.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan bahwa HIPMI Expo 2026 bukan sekadar pameran biasa, melainkan wadah inkubasi bagi pengusaha muda. Melalui forum bisnis ini, HIPMI berupaya membekali para pelaku UMKM dengan wawasan mengenai digitalisasi, standarisasi produk, hingga akses pembiayaan. Sinergi antara pengusaha dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang tangguh, mengingat potensi produk lokal Bengkulu yang sangat kompetitif jika dikelola secara profesional.

Salah satu poin menarik yang mencuat dalam Forbisda kali ini adalah wacana revitalisasi kawasan historis Kampung Cina sebagai pusat ekonomi kreatif baru. HIPMI Bengkulu menilai kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan daya tarik wisata yang tinggi jika dikembangkan menjadi sentra UMKM modern. Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di jantung Kota Bengkulu sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui produk-produk kreatif.

Kemeriahan di Two K Azana Style Hotel terlihat dari antusiasme pengunjung yang memadati berbagai booth produk unggulan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga inovasi teknologi tepat guna. Para peserta pameran mendapatkan kesempatan langka untuk melakukan business matching langsung dengan para investor dan mentor bisnis nasional yang dihadirkan oleh HIPMI. Interaksi ini menjadi kunci penting bagi UMKM Bengkulu untuk memahami standar kualitas yang diinginkan oleh pasar luar daerah.

Sinergi lintas sektor menjadi napas utama dalam penyelenggaraan HIPMI Expo tahun ini. Pihak manajemen hotel dan pemerintah setempat memberikan dukungan penuh terhadap visi HIPMI dalam membangkitkan ekonomi pasca-pandemi melalui penguatan kewirausahaan pemuda. Dengan adanya ruang publik yang representatif seperti Expo ini, para pelaku usaha mikro tidak lagi merasa berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari komunitas besar yang saling mendukung untuk maju bersama.

HIPMI Bengkulu optimis bahwa hasil dari Forbisda 2026 akan melahirkan output nyata berupa kesepakatan dagang dan peningkatan omzet bagi para peserta. Pemanfaatan platform digital juga menjadi sorotan utama, di mana para peserta didorong untuk mulai merambah ekosistem e-commerce guna menjangkau konsumen di luar Provinsi Bengkulu. Penguatan literasi digital ini dianggap sebagai cara tercepat bagi produk daerah untuk bersaing secara global tanpa terbatas ruang dan waktu.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, HIPMI Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan para alumni Expo melalui pendampingan berkelanjutan. Harapannya, UMKM yang terlibat hari ini dapat menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu di masa depan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani terjun ke dunia usaha. Kesuksesan HIPMI Expo 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat dapat membawa perubahan signifikan bagi kemajuan ekonomi kerakyatan di Bumi Rafflesia.

pewarta: Man

Siap terjun ke dunia Kerja, Mahasiswa Poltekkes Bengkulu dalami etika table manner di Two K Azana style hotel

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu sedang mempraktikkan etika makan formal dalam pelatihan table manner di Two K Azana Style Hotel Bengkulu.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Puluhan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu mengikuti pelatihan etika perjamuan resmi atau table manner sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme calon tenaga kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026 ini, dipusatkan di Two K Azana Style Hotel Bengkulu. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para mahasiswa dengan tata krama internasional yang sering ditemui dalam pertemuan formal maupun jamuan kenegaraan di masa depan.

Urusan etika makan bukan sekadar cara mengonsumsi hidangan, melainkan refleksi dari karakter dan kualitas diri seorang profesional. Melalui bimbingan langsung dari tim ahli hotel, para mahasiswa diajarkan mengenai urutan penggunaan alat makan, posisi duduk yang benar, hingga etika berkomunikasi di meja makan. Pemilihan Two K Azana Style Hotel sebagai lokasi pelatihan bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata dalam suasana hotel berbintang yang elegan.

Chef profesional dan jajaran manajemen Two K Azana Style Hotel Bengkulu turun langsung memberikan materi teknis kepada para peserta. Mereka membedah setiap tahapan hidangan, mulai dari appetizer (makanan pembuka), main course (makanan utama), hingga dessert (makanan penutup). Penjelasan detail mengenai fungsi setiap jenis garpu, pisau, dan sendok menjadi poin penting agar mahasiswa tidak merasa canggung saat berada di lingkungan kerja yang formal nantinya.

Pihak Poltekkes Kemenkes Bengkulu menegaskan bahwa kompetensi seorang tenaga medis tidak hanya terbatas pada kemampuan klinis, tetapi juga harus dibarengi dengan soft skills yang mumpuni. Memahami etika perjamuan dianggap krusial, mengingat profesi kesehatan sering kali bersinggungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan menguasai table manner, para lulusan diharapkan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam membangun jejaring profesional di tingkat nasional maupun internasional.

Selama sesi pelatihan, antusiasme mahasiswa terlihat sangat tinggi saat mempraktikkan langsung teori yang diberikan. Atmosfer hotel yang profesional membantu mereka memahami perbedaan antara jamuan santai dan formal. Para instruktur juga menyelipkan tips mengenai cara mengatasi kendala teknis saat makan, seperti menjatuhkan alat makan atau cara menyantap hidangan yang sulit, sehingga para mahasiswa benar-benar siap menghadapi berbagai situasi nyata.

Manajemen Two K Azana Style Hotel Bengkulu menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari kontribusi mereka dalam dunia pendidikan daerah. Hotel ini berkomitmen menyediakan fasilitas dan instruktur terbaik agar materi yang disampaikan dapat diserap secara maksimal. Pengalaman langsung di lapangan ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas, karena melibatkan semua panca indra dan interaksi sosial secara langsung.

Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki sikap yang santun dan profesional. Penguasaan etika perjamuan ini menjadi nilai tambah yang membedakan mereka di dunia kerja yang semakin kompetitif. Pengetahuan ini menjadi investasi jangka panjang bagi para calon tenaga kesehatan untuk menjaga citra baik pribadi maupun instansi di mana pun mereka bertugas nantinya.

pewarta: Man

Sinergi BI, OJK, dan BSI Bengkulu: Perkuat perlindungan konsumen dan inovasi perbankan syariah di era digital

Sinergi antara Deputi Bank Indonesia, OJK, dan rea Manager PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Adi Putra Maryono, dalam kegiatan edukasi literasi keuangan syariah. bencolen Mall Koata Bengkulu 26/4/2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Bengkulu terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara otoritas moneter, regulator jasa keuangan, dan pelaku industri perbankan. Dalam forum diskusi terbaru di Bencolen mall kota Bengkulu (26/4) Rangkaian kegiatan Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) 2026, Muhammad Irfan Octama Deputi Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah merupakan mandat penting dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah. Melalui tiga kebijakan utama, moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, BI terus mendorong digitalisasi transaksi seperti QRIS sebagai alat inklusi keuangan yang hijau dan syariah bagi masyarakat Bumi Rafflesia.

Sejalan dengan transformasi digital, Padli Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menyoroti pentingnya POJK Nomor 21 Tahun 2023 yang memberikan ruang bagi perbankan untuk memperluas kemitraan digital. OJK mendapatkan mandat besar melalui UU P2SK untuk melakukan perlindungan konsumen secara menyeluruh, terutama dalam memastikan keamanan sistem informasi dan ketahanan siber. Hal ini menjadi krusial mengingat kompleksitas bisnis penyedia jasa keuangan yang kini semakin bergantung pada teknologi informasi untuk melayani nasabah.

Tantangan perlindungan konsumen di era digital kian nyata dengan maraknya aktivitas keuangan ilegal. Perwakilan OJK Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk selalu memegang prinsip “Legal dan Logis” sebelum berinvestasi. Berdasarkan data hingga Januari 2026, tercatat ribuan laporan investasi ilegal dan pinjaman online (pinjol) ilegal di tingkat nasional. Di Bengkulu sendiri, terdapat puluhan pengaduan investasi dan pinjol ilegal yang menunjukkan bahwa literasi keamanan digital harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam skema money games atau penipuan belanja daring.

Menjawab tantangan tersebut, Area Manager PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Adi Putra Maryono, hadir sebagai pelaksana teknis yang siap mengimplementasikan regulasi pemerintah. BSI yang kini bertransformasi menjadi “Imbara Plus” setelah resmi menjadi Persero dan BUMN, menargetkan aset sebesar Rp500 triliun dan laba Rp9 triliun pada tahun 2025. Dengan basis nasabah yang mencapai 24 juta jiwa, BSI berkomitmen menjadi alternatif pilihan utama bagi masyarakat Indonesia yang mendambakan layanan perbankan berbasis syariah dengan kualitas teknologi setara bank konvensional.

Salah satu inovasi unggulan BSI adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Data Driven Management. Manajer BSI Bengkulu mengungkapkan bahwa mereka tidak lagi sekadar menunggu nasabah, melainkan menggunakan data pintar untuk memetakan kebutuhan masyarakat, mulai dari akademisi hingga profesional. Pendekatan berbasis AI ini memungkinkan BSI memberikan solusi keuangan yang lebih personal dan akurat, sekaligus memastikan efisiensi operasional dalam menjangkau ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas.

BSI juga memperkenalkan super-app terbarunya, “Bion”, yang mengusung tiga nilai utama: Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung aktivitas harian masyarakat, mulai dari urusan perbankan hingga kegiatan ibadah. Digitalisasi ini diharapkan mampu mengatasi hambatan akses bagi masyarakat daerah, sehingga layanan keuangan syariah dapat dinikmati semudah menggerakkan jari di layar ponsel, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi halal di Bengkulu.

Menariknya, BSI kini memposisikan diri sebagai Bullion Bank atau Bank Emas. Filosofi investasi emas disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sebagai “bantalan” terhadap inflasi. BSI memberikan edukasi bahwa nilai emas jauh lebih stabil dibandingkan mata uang dalam jangka panjang. Melalui kerja sama dengan Antam dan Hartadinata, BSI kini menyediakan produk emas murni 24 karat bersertifikat SNI yang dapat dibeli mulai dari 0,02 gram melalui aplikasi Bion, menjadikannya sangat terjangkau bagi generasi muda.

Dalam hal perlindungan konsumen, BSI telah menyiapkan kanal pengaduan yang responsif seperti tanya “Aisyah” (chatbot), pusat panggilan 14040, hingga manajemen penanganan keluhan yang terintegrasi. BSI menyadari bahwa keamanan nasabah adalah prioritas, terutama saat menghadapi potensi transaksi mencurigakan. Dengan sistem ini, nasabah bank syariah mendapatkan jaminan perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi yang sesuai dengan standar ketahanan siber yang ditetapkan oleh OJK.

Kontribusi perbankan syariah di Bengkulu juga mencakup penyediaan produk yang relevan untuk setiap tahapan usia, mulai dari awal karier (usia 23 tahun) hingga masa pensiun (55 tahun). Dengan adanya leveling produk yang jelas, masyarakat dapat merencanakan masa depan finansial mereka dengan lebih tertata. Kehadiran perbankan syariah bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal mengedukasi masyarakat mengenai keberkahan dan keadilan dalam setiap transaksi ekonomi yang dilakukan.

Sebagai penutup, sinergi antara kebijakan moneter BI, pengawasan ketat OJK, dan inovasi layanan BSI diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan syariah yang sehat dan terpercaya. Kepercayaan publik yang kuat akan menjadi modal sosial bagi Bengkulu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah baru. Dengan literasi yang baik dan perlindungan konsumen yang terjamin, transformasi digital perbankan syariah akan membawa kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

pewarta: Man

error: Content is protected !!