banner 1000x350

Redaksi

973 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Reses DPRD Kota Bengkulu: H. Riduan janji perjuangkan aspirasi warga dapil III

Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, H. Riduan, dari Fraksi NasDem (Partai Nasional Demokrat) melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 pada Minggu, 7 Desember 2025

news-raflesia-indonesia, KOTA  BENGKULU – Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, H. Riduan, dari Fraksi NasDem (Partai Nasional Demokrat) melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 pada Minggu, 7 Desember 2025, bertempat di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu. Kegiatan ini dihadiri oleh para camat, lurah, RT, RW, serta tokoh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan ini dihadiri oleh para camat, lurah, RT, RW, serta tokoh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tampak antusias menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain terkait macetnya distribusi air PDAM, permohonan santunan bagi keluarga miskin, bantuan untuk lanjut usia (lansia), pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah titik yang masih gelap, serta persoalan pengelolaan sampah di Kota Bengkulu, khususnya di wilayah Dapil III.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, H. Riduan, dari Fraksi NasDem (Partai Nasional Demokrat) melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 pada Minggu, 7 Desember 2025

Menanggapi hal tersebut, H. Riduan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD serta dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Reses menjadi momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan dan keluhan masyarakat. Semua aspirasi ini akan kami bawa ke DPRD agar dapat diperjuangkan dalam kebijakan dan program pembangunan daerah,” ungkapnya.

Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kota Bengkulu yang mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait bantuan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, hadir pula Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Baidari Citra Dewi, yang merupakan istri dari H. Riduan, sebagai bentuk sinergi antara DPRD Kota dan DPRD Provinsi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara wakil rakyat dan masyarakat serta tercipta kolaborasi yang kuat antara DPRD Kota Bengkulu, DPRD Provinsi Bengkulu, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan, khususnya di wilayah Selebar dan Kampung Melayu.

 

Polri salurkan air bersih dan bagikan masker untuk warga terdampak banjir di Nagan Raya

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Nagan Raya, Aceh — Personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor, Polda Aceh, menyalurkan air bersih dan membagikan masker kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (6/12/2025) pukul 16.00 WIB. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wadanki 3 Batalyon C Pelopor, Ipda Ulil Azmi Azwni, S.E.

Penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang tengah mengalami keterbatasan akses air layak konsumsi akibat bencana banjir. Selain itu, masker juga dibagikan kepada warga mengingat sisa lumpur yang mulai mengering berpotensi menjadi debu tebal ketika tersapu angin atau dilintasi kendaraan, sehingga dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

“Bantuan air bersih ini sangat dibutuhkan warga saat kondisi banjir seperti sekarang. Begitu juga masker, karena debu sisa lumpur sudah mulai beterbangan dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujar Ipda Ulil Azmi di sela kegiatan.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, turut mengapresiasi langkah cepat personel di lapangan dalam membantu masyarakat. “Polri hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah bencana. Penyaluran air bersih dan masker ini merupakan bentuk kepedulian kami agar warga tetap sehat dan bisa beraktivitas dengan aman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polri akan terus memantau perkembangan situasi dan siap menambah bantuan apabila diperlukan.

Kegiatan ini disambut baik oleh warga setempat yang mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel Polri di tengah situasi sulit akibat banjir. rls

Polri berpacu dengan waktu layani kesehatan korban bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Foto: istimewa

news-raflesia- Indonesia, Aceh Tamiang, 6 Desember 2025 — Polri kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui penguatan layanan kesehatan di wilayah bencana. Di tengah jalan yang rusak, jembatan terputus, serta wilayah tanpa sinyal, Tim Kesehatan Pusdokkes Polri bersama tim medis Biddokkes Polda Jambi dan RS Bhayangkara Jambi tiba di Pos Bencana depan Mako Polres Aceh Tamiang pukul 17.00 WIB. Minimnya komunikasi membuat perjalanan penuh tantangan, namun tim tetap bergerak cepat untuk memastikan masyarakat menerima layanan kesehatan sesegera mungkin. Setibanya di lokasi, mereka langsung memperkuat pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya korban luka dan kondisi rumah sakit yang sempat lumpuh akibat banjir. Banyak fasilitas kesehatan baru kembali beroperasi secara bertahap, namun masih kekurangan tenaga. Polri berpacu dengan waktu menangani korban luka, mendukung proses identifikasi korban meninggal, dan mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, ISPA, infeksi kulit, gangguan lambung, dan berbagai keluhan lain yang mulai muncul di pos-pos pengungsian.

 

Tim Kesehatan Biddokkes dan RS Bhayangkara Jambi yang diberangkatkan menuju wilayah terdampak bencana terdiri dari tiga dokter, enam paramedis, dan tiga pengemudi dengan dukungan tiga unit ambulans. Pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tim ini bergabung dengan dr. Irma Yeni, Sp.A., serta dr. Ikhsan, Sp.PD., sebelum bergerak menuju wilayah Polda Aceh. Seluruh personel dalam keadaan sehat, dan perjalanan berlangsung lancar serta aman hingga memasuki daerah terdampak.

 

Tim Polda Jambi merupakan salah satu dari tim kesehatan yang diberangkatkan Pusdokkes Polri dan kini disebar ke tiga lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran mereka melengkapi rangkaian upaya Polri dalam memastikan setiap wilayah terdampak mendapat dukungan medis yang memadai. Dengan pengiriman tim secara serentak ke berbagai titik bencana, Polri membangun jembatan pelayanan kesehatan yang saling terhubung, sehingga daerah yang beban penanganannya meningkat dapat segera diperkuat. Penyebaran tenaga kesehatan lintas provinsi ini memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan Polri tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi bergerak serempak untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan, dengan perhitungan cermat demi memaksimalkan kecepatan dan kekuatan dalam menembus kondisi medan yang sulit.

 

Seiring operasi kemanusiaan berlangsung, total 12.242 warga telah mendapatkan pelayanan dalam bakti kesehatan Polri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lonjakan pasien ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan layanan medis pasca banjir dan longsor. Berbagai penyakit mulai banyak ditemui, seperti diare, influenza, demam, hipertensi, serta gangguan asam lambung. Tak sedikit pula korban luka berat dan ringan yang ditangani setelah dievakuasi oleh tim SAR dari lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Kombinasi penyakit pasca-bencana dan luka fisik akibat evakuasi membuat tenaga medis Polri bergerak cepat dan tanpa henti untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

 

Aceh menjadi wilayah dengan dampak korban paling tinggi. Hingga 6 Desember 2025, tercatat 2.481 jiwa menjadi korban bencana dengan mayoritas luka ringan, sementara jumlah korban meninggal dunia mencapai 356 jiwa—tertinggi dibandingkan wilayah lain. Kondisi ini menuntut respons cepat dan tenaga medis yang memadai untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

 

Di Sumatera Barat, beban layanan medis meningkat signifikan. Posko pelayanan kesehatan telah menangani 7.153 pasien, jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah terdampak. Keluhan pasien sangat beragam, mulai dari demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, nyeri perut, mual, diare, sakit kepala, hingga hipertensi. Lonjakan ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan pasca-banjir dan menguatkan alasan Polri memperbanyak pengiriman tenaga medis.

 

Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, Polri mengerahkan 34 personel DVI untuk identifikasi korban meninggal, 12 personel psikologi untuk layanan trauma healing, serta setidaknya 86 ambulans yang disiagakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 6 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, perkembangan layanan kesehatan menunjukkan hasil signifikan. Di Aceh, 25 jenazah berhasil teridentifikasi dan 209 pengungsi telah mendapatkan layanan kesehatan. Di Sumatera Utara, 97 pengungsi telah mendapat penanganan medis, sementara di Sumatera Barat, satu jenazah berhasil diidentifikasi dan 287 pengungsi telah dilayani. Secara keseluruhan, 1.243 personel Polri telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan, meliputi pengamanan, layanan medis, DVI, hingga distribusi logistik, sedangkan jumlah pengungsi dari tiga provinsi terdampak mencapai 848.076 orang.

 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri bergerak melampaui hambatan medan. “Perjalanan tim kesehatan kami bukan hanya soal menembus jalur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan. Setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Polri berpacu dengan waktu karena korban luka terus berdatangan dan risiko penyakit pasca-banjir mulai meningkat. “Polri hadir memperkuat layanan kesehatan dan bahu-membahu bersama relawan serta pemerintah daerah. Tidak peduli seberapa sulit aksesnya, Polri berkomitmen hadir hingga titik terdampak terakhir. Inilah wujud Transformasi Polri dalam operasi kemanusiaan.” rls

Polri dan BPBD Kota Padang salurkan air bersih ke lokasi terdampak, Pastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Foto: istimewa

news-raflesia-imdonesia, Padang – Kepolisian Republik Indonesia bersama BPBD Kota Padang hari Minggu (7/12/2025) melaksanakan pendistribusian air bersih ke sejumlah titik yang terdampak krisis air pascabencana.

Bantuan air bersih ini disalurkan ke tiga wilayah di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, serta beberapa lokasi tambahan yang turut mengalami kendala suplai air dari PDAM.

Penyaluran bantuan difokuskan kepada para pengungsi yang berada di Gedung Serba Guna, tepat di samping Kantor Lurah Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, termasuk warga sekitar yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air layak pakai.

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk respons Polri dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
“Polri bergerak cepat untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan air bersih. Ini adalah kebutuhan paling mendasar, terutama bagi para pengungsi dan warga yang terdampak langsung. Kami akan terus hadir sampai pasokan air dari PDAM kembali normal,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Adapun distribusi air bersih dilakukan di beberapa titik, yaitu:
1. Komplek Pasir Putih, Gang Sepakat, RT 001 RW 14.
2. Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo.
3. Kelurahan Koto Tangah dan Lubuk Minturun.
4. Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi hingga kondisi kembali stabil. Rls

Kru Helikopter Polri dampingi warga di tengah bencana, Anak-Anak Aceh Tamiang Jadi sumber semangat

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Aceh Tamiang — Dua helikopter Polri, masing-masing AW 169/P3308 dengan crew AKBP Bima Helpin, Kompol Hotman, Aipda Sugiyanto, dan Bripka Joko Edi serta Dauphin AS365/P3302 yang diawaki AKP Wiwit, Iptu Abdiel, Brigpol Ageng, dan Briptu Berlian, siang itu mendarat di Lapangan Bima Patra, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Kedua heli tersebut ditugaskan untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak bencana.

Usai melaksanakan tugasnya, helikopter Polri Udara standby di lokasi untuk misi berikutnya. Sambil menunggu, para personel menyempatkan diri berinteraksi dengan warga selama kurang lebih dua jam. Mereka mendengar keluhan masyarakat, berbincang ringan, dan menyerap situasi lapangan yang masih dirundung suasana darurat.

Beberapa kru bahkan memilih duduk bersama anak-anak setempat. Mereka bercanda, bermain tebak-tebakan, dan membuat anak-anak itu tertawa lebih keras—suasana yang sejenak menghapus ketakutan di tengah bencana. Di antara tenda darurat dan aktivitas penanganan, momen kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan tidak hanya soal logistik dan evakuasi, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi warga.

Kadang, tugas kemanusiaan tidak selalu diwujudkan dalam kerja berat atau menembus cuaca buruk. Ia bisa sesederhana mengulurkan tangan, mengacak rambut seorang anak, dan membuat mereka percaya bahwa masih ada masa depan yang dapat mereka tertawakan. Bagi para polisi udara, senyum polos itu justru menjadi energi tambahan untuk kembali terbang menjalankan misi berikutnya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa sentuhan kemanusiaan seperti ini merupakan bagian penting dari operasi Polri. “Para personel bukan hanya hadir untuk menjalankan tugas teknis, tetapi juga untuk menghadirkan rasa tenang di tengah masyarakat. Interaksi sederhana antara kru helikopter dan anak-anak itu menunjukkan bahwa Polri berupaya hadir secara menyeluruh—melindungi, menenangkan, dan menguatkan,” ujarnya(7/12).

Di tengah upaya pemulihan Aceh Tamiang, tawa anak-anak hari itu menjadi simbol harapan—sekaligus pengingat bahwa setiap langkah kecil berarti besar bagi mereka yang terdampak bencana. rls

Warga Gading Cempaka–Singaran Pati Padati Reses Nuzuludin, Infrastruktur Jadi Sorotan.

Nuzuludin, SE, menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan II yang meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati pada 6 Desember 2025.

News-raflesia-indonesia, Kota Bengkulu  |  Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Nuzuludin, SE, menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan II yang meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati pada 6 Desember 2025. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai ruang dialog langsung antara masyarakat dan wakil rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Nuzuludin kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama terkait kebutuhan dasar seperti sarana pertanian dan infrastruktur pendukung. Ia menyampaikan bahwa pemerintah dan DPRD telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan jalan usaha tani yang ditargetkan selesai pada 2026.

Nuzuludin, SE, menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan II yang meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati pada 6 Desember 2025.

Menurutnya, mayoritas warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani, sehingga fasilitas pendukung sektor pertanian harus menjadi perhatian utama. Ia memastikan bahwa program pembangunan jalan usaha tani sudah direncanakan dan segera direalisasikan.

Reses ini turut dihadiri Camat Singaran Pati, Anggota DPRD Kota Bengkulu Sudisman, serta para lurah di wilayah tersebut. Kehadiran unsur pemerintahan diharapkan memperkuat koordinasi dalam menuntaskan persoalan yang disampaikan masyarakat.

Selain urusan pertanian, banyak warga menyampaikan keluhan mengenai kondisi infrastruktur lingkungan, terutama saluran drainase yang masih tersumbat di sejumlah titik. Masalah ini menjadi perhatian mengingat dampaknya terhadap kenyamanan warga.

Menanggapi hal tersebut, Nuzuludin menjelaskan bahwa perbaikan drainase akan dilaksanakan oleh pemerintah, namun peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan. Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga kebersihan saluran air agar tidak kembali tersumbat.

Ia juga memberikan klarifikasi mengenai lambatnya pelaksanaan beberapa proyek pembangunan. Sebagian proyek, menurutnya, berada di bawah kewenangan pemerintah pusat sehingga membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

Meski demikian, ia memastikan bahwa DPRD Kota Bengkulu akan tetap mendorong percepatan berbagai proyek, khususnya di wilayah Tanjung Agung yang banyak disorot masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi telah menjadi bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat.

Persoalan banjir yang kerap melanda Tanjung Agung turut menjadi topik pembahasan dalam reses tersebut. Nuzuludin menilai persoalan ini harus ditangani melalui kerja sama antara pemerintah dan warga.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan melakukan tindakan mitigasi sederhana, seperti menyesuaikan elevasi bangunan dan rutin membersihkan lingkungan sekitar. Langkah ini disebut bisa mengurangi risiko banjir.

Di akhir kegiatan, Nuzuludin menyampaikan harapan agar seluruh aspirasi warga dapat ditindaklanjuti melalui proses legislasi. Ia berkomitmen memperjuangkan pemerataan pembangunan demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kota Bengkulu.

 

 

 

error: Content is protected !!