banner 1000x350

Redaksi

969 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Dapat lampu hijau DKI, Progres kepindahan atlet sepatu roda Bengkulu capai 80 Persen

Foto: Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain (tengah, berdiri kemeja putih) foto bersama jajaran pengurus KONI dan awak media usai acara coffee morning di Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8). (Foto: Dok. News-raflesia-indonesia)

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan komitmennya untuk memberikan penghargaan yang layak bagi para atlet Bengkulu yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara coffee morning bersama awak media di Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8).

Dalam kesempatan itu, Teuku menyampaikan bahwa pemberian reward sebesar Rp1 miliar bagi setiap atlet peraih medali emas masih sangat memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD Provinsi Bengkulu. Menurutnya, jika Bengkulu mampu membawa pulang enam medali emas, total kebutuhan anggaran reward mencapai sekitar Rp6 miliar—sebuah nominal yang dinilai wajar sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet membela nama daerah.

“NTB nanti target 25 besar setara dengan 6 emas, ini yang kita inginkan. Kemarin kita di PON Aceh urutan 37 dari 38 provinsi yang ikut,” ungkap Teuku.

Ia menjelaskan bahwa saat ini KONI tengah disibukkan dengan berbagai program pembinaan intensif menuju PON 2028. Seluruh atlet yang direkomendasikan oleh tiap cabang olahraga (cabor) telah masuk dalam skema pembinaan, di mana atlet beserta pelatih mulai menerima honor bulanan demi memacu semangat berlatih.

Selain mengandalkan dana APBD, KONI Bengkulu juga mendorong peran aktif dunia usaha melalui program “bapak angkat atlet”. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bengkulu akan didata untuk diajak berkolaborasi membina satu hingga dua atlet.

“Kita juga akan minta bantuan perusahaan. Misalnya satu perusahaan membina satu atlet atau satu perusahaan dua atlet. Mereka bisa membantu pembinaan, jadi bapak angkatnya. Itu meringankan dan kemudian mereka merasa memiliki Bengkulu,” jelas Teuku.

Tak hanya mengupayakan bonus berlimpah, Teuku menyoroti pentingnya jaminan fasilitas dan akomodasi atlet selama masa pertandingan. Kebutuhan tempat tinggal yang nyaman, asupan makanan yang terjaga, serta stamina atlet wajib menjadi prioritas utama.

“Kalau sudah capek-capek berjuang, bahkan sampai cedera, kemudian pulang hanya mendapatkan Rp50 juta atau Rp100 juta, tentu motivasinya berbeda. Kita tidak ingin seperti itu. Atlet pulang ke Bengkulu, reward-nya sudah kita siapkan dan sudah kita anggarkan. Tinggal diberikan karena itu hak mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan, prinsip kenyamanan selama ajang berlangsung mutlak diperuntukkan bagi atlet, sementara para pengurus siap menyesuaikan diri.

“Yang harus tidur di hotel bintang lima itu atlet. Kami pengurus KONI kalau perlu tidur di mes. Atlet harus dijaga, harus tidur nyenyak, jangan ada nyamuk menggigit, makanannya juga harus terjaga. Kita pengurus nanti di mana ada tempat, di situ kita tidur. Jangan pengurusnya yang tidur enak, sementara atlet tidak mendapatkan fasilitas yang layak,” tegas Teuku.

Persiapan akomodasi maupun penganggaran menuju pesta olahraga 2028 dipastikan terencana matang sejak jauh-jauh hari. “Pokoknya kalau anak-anak kita punya potensi, akan kita upayakan. Kalau memang bisa berangkat, kita cari upaya agar mereka bisa berangkat dan memberikan yang terbaik untuk Bengkulu,” pungkasnya.

Asa Medali Emas dan Progres Kepindahan Atlet Sepatu Roda

Salah satu cabor yang diestimasi dapat menyumbang medali emas untuk Provinsi Bengkulu adalah sepatu roda. Pihak KONI menjelaskan bahwa progres penarikan kembali atlet berprestasi asal Bengkulu dari cabor ini sudah dikomunikasikan secara intensif kepada sang atlet maupun Pemerintah DKI Jakarta.

Foto: Atlet Asal Bengkulu yang telah mengukir perestasi di nasional dan di beberapa negara lain.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Ari Martin-pelatih sepatu roda yang sukses mengantarkan atletnya menjuarai berbagai kejuaraan nasional dan internasional-membenarkan adanya komunikasi tersebut.

“Benar sudah ada dihubungi dan berkomunikasi dengan pihak KONI Bengkulu. Pihak DKI juga telah memberi lampu hijau untuk perpindahan menjadi atlet Bengkulu lagi. Namun sampai saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut baik dari Bengkulu maupun dari DKI,” ungkap Ari Martin.

lewat sambungan telp, Kepala Bidang Prestasi (Kabid Binpres) KONI Bengkulu, Hopalara, memastikan bahwa proses kepindahan berjalan sesuai jalur tanpa kendala berarti.

“Laporan dari tim yang berangkat kemarin ada tim satgas, tidak ada masalah, progress 80 persen, tinggal nunggu waktunya,” jelas Hopalara.

Pewarta: Man

EST School Bengkulu gelar Fun Walk 2026, Pererat kebersamaan siswa, guru, dan Yodan group

Foto: Poster resmi kegiatan Fun Walk EST School Bengkulu yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengusung tema "Together We Walk, Together We Grow", acara ini melibatkan siswa, orang tua, guru, serta keluarga besar Yodan Group untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan melalui jalan santai sejauh 2,8 kilometer.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Eco Socio Tech (EST) School Bengkulu akan menyelenggarakan kegiatan Fun Walk pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk aktivitas kebersamaan yang melibatkan siswa, parents, guru, serta keluarga besar Yodan Group.

Mengusung semangat “Together We Walk, Together We Grow”, Fun Walk EST Bengkulu tidak hanya menjadi ajang olahraga ringan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antara sekolah, siswa, orang tua, guru, dan keluarga besar Yodan Group.

Direktur Operasional EST School Bengkulu mengatakan, kegiatan Fun Walk dirancang sebagai ruang untuk menghadirkan suasana kebersamaan yang positif di luar aktivitas pembelajaran. Menurutnya, keterlibatan orang tua dan keluarga dalam kegiatan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.

“Melalui Fun Walk ini, kami ingin mengajak seluruh keluarga besar EST Bengkulu untuk bersama-sama menjaga kesehatan sekaligus menikmati waktu kebersamaan. Semangatnya bukan hanya berjalan bersama, tetapi bagaimana kita bisa tumbuh bersama,” ujarnya, Kamis (27/8/2026) disela aktivitasnya.

Kegiatan Fun Walk akan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.30 WIB dengan jarak tempuh sekitar 2,8 kilometer. Seluruh peserta akan mengikuti kegiatan berjalan bersama dengan penuh semangat dalam suasana yang santai, sehat, dan menyenangkan.

Untuk menambah keseruan acara, panitia juga telah menyiapkan berbagai aktivitas pendukung dan apresiasi bagi peserta. Di antaranya doorprize, voucher, cek kesehatan gratis, games dan hadiah menarik, snack dan drink, serta special award.

Selain aspek kesehatan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana membangun interaksi yang lebih dekat antara siswa dan parents. Kebersamaan dalam aktivitas sederhana seperti berjalan bersama dinilai dapat menciptakan pengalaman positif sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah.

“Harapannya, kegiatan ini menjadi momen yang berkesan bagi anak-anak, orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar Yodan Group. Kami ingin membangun budaya hidup aktif dan sehat, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan,” tambah Direktur Operasional EST School Bengkulu.

Melalui Fun Walk 2026, EST Bengkulu berharap kesadaran terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran dapat tumbuh bersama dengan nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aktif, positif, dan melibatkan keluarga secara lebih luas.

Fun Walk EST Bengkulu 2026 — Together We Walk, Together We Grow.

Detail Kegiatan:

Hari/Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026

Waktu: 06.00–10.30 WIB

Lokasi: Eco Socio Tech Sch

Ketua HIPMI Bengkulu Yosia yodan resmi raih gelar S.H. dan M.H. di yudisium Unihaz

Foto: Yosia Yodan saat menerima ucapan selamat dalam prosesi yudisium Fakultas Hukum Unihaz Bengkulu.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. baru saja melaksanakan prosesi yudisium bagi 105 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan akademiknya. Acara yang menjadi momen istimewa ini dilangsungkan di Ballroom Hotel Two K Azana Bengkulu pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Dari total keseluruhan peserta yudisium tersebut, sebanyak 80 mahasiswa berasal dari Program Studi Sarjana Ilmu Hukum. Sementara itu, 25 mahasiswa lainnya tercatat berasal dari Program Studi Magister Hukum.

Di antara para lulusan yang hadir, terdapat sosok yang selama ini dikenal aktif dalam dunia organisasi, kewirausahaan, dan kepemudaan. Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, resmi merampungkan pendidikan Sarjana Ilmu Hukum sekaligus Magister Hukum di kampus tersebut.

Foto: Yosia Yodan bersama istri tercinta dan keluarga saat mengikuti prosesi yudisium Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. di Ballroom Hotel Two K Azana Bengkulu, Sabtu (22/8/2026).

Bagi Yosia, pencapaian akademik ini bukan sekadar penambahan gelar di belakang nama. Pendidikan hukum dijadikannya sebagai bagian dari perjalanan untuk terus memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas diri.

Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas profesional, organisasi, dan keluarga, ia tetap membuktikan komitmennya untuk terus belajar. Keberhasilannya merampungkan studi ini menjadi bukti nyata bahwa kesibukan bukanlah halangan.

Berdiri di tengah prosesi yudisium dengan menyandang gelar S.H. dan M.H., didampingi istri tercinta serta disaksikan langsung oleh kedua orang tua, memberikan kebahagiaan tersendiri. Kehadiran keluarga menjadi simbol bahwa keberhasilan seorang anak selalu melibatkan doa dan dukungan penuh.

Yosia memandang pendidikan sebagai proses yang tidak mengenal kata selesai. Gelar akademik yang diraih justru menjadi pengingat untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Bekal ilmu hukum ini diyakininya dapat melengkapi kiprahnya di berbagai bidang. Baginya, hukum bukan hanya tentang memahami aturan, tetapi juga tentang keadilan, tanggung jawab kepemimpinan, dan kemaslahatan masyarakat.

Momentum yudisium ini menandai babak baru bagi Yosia Yodan untuk terus bertumbuh. Dengan penuh rasa syukur, ia menutup satu fase perjalanan pendidikan demi membawa semangat pengabdian nyata bagi daerah.

HIPMI Bengkulu & DPP HA IPB University kolaborasi dorong kewirausahaan dan SDM daerah

Foto: Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan bersama Ketua Umum DPP HA IPB University H. Fauzi Amro dalam acara silaturahmi di Bengkulu.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu bersama Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB University (DPP HA IPB University) resmi membuka peluang kolaborasi strategis. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Bengkulu.

Foto: Pimpinan dan pengurus HIPMI Bengkulu serta DPP HA IPB University berpose bersama di depan latar acara pelantikan dan diskusi kolaborasi kewirausahaan.

Peluang sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Sharing Session. Acara ini digelar secara hangat di Lavenrice, Jalan Kapuas, Kota Bengkulu, pada Jumat (21/8/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang temu yang produktif. Jajaran pengurus HIPMI Bengkulu dan HA IPB University dapat saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring profesional.

Foto: Suasana penuh semangat saat sesi diskusi dan berbagi gagasan antara pimpinan HIPMI Bengkulu dan DPP HA IPB University.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus BPC dan BPD HIPMI Bengkulu, serta pengurus pusat DPP HA IPB University. Diskusi berfokus pada potensi sinergi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kesempatan ini. Di antaranya Sekretaris Jenderal DPP HA IPB University, Dr. Ir. Anggawira, M.M., M.H., serta Ketua Umum DPP HA IPB University yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, S.Pt., M.Si., yang merupakan putra daerah Bengkulu.

Foto: Jajaran pengurus BPD & BPC HIPMI Bengkulu bersama DPP HA IPB University berfoto bersama usai kegiatan Silaturahmi dan Sharing Session di Kota Bengkulu, Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, M.H., M.M., M.B.A., hadir langsung sekaligus menjadi pemateri dalam sesi berbagi. Jalannya diskusi dipandu dengan menarik oleh Ketua OKK BPD HIPMI Bengkulu, Singgih Tri Wibowo, selaku moderator.

Yosia mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum emas. Tujuannya untuk mempertemukan potensi, pengalaman, serta jejaring luas yang dimiliki oleh HIPMI Bengkulu dan para alumni IPB University.

“HIPMI dan alumni IPB memiliki banyak potensi untuk berkolaborasi. Ketika pengalaman, jejaring, dan gagasan dari berbagai sektor dipertemukan, tentu akan lahir peluang-peluang baru yang dapat memberikan dampak bagi daerah,” ujar Yosia.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat demi mengoptimalkan berbagai potensi yang ada di Bengkulu. Sinergi ini diyakini mampu mengakselerasi penguatan kewirausahaan sekaligus peningkatan mutu SDM lokal.

“Bengkulu memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak, terutama dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan sumber daya manusia,” tambahnya.

Kehadiran jajaran pimpinan pusat HA IPB University ini juga semakin mempererat hubungan dengan HIPMI Bengkulu. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi fondasi awal untuk merealisasikan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata. Mulai dari dukungan bagi pengusaha muda, perluasan jejaring bisnis, peningkatan kapasitas SDM, hingga pemanfaatan potensi daerah secara optimal.

Acara yang berlangsung dalam suasana interaktif ini ditutup dengan kegiatan makan bersama. Melalui silaturahmi ini, kedua belah pihak optimistis dapat melahirkan program kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Provinsi Bengkulu.

Pewarta: Man

Eksekusi Putusan Kasus Pohon Tumbang di PN Bengkulu Diajukan

Foto: Shinta Damayanti, S.H., Tim Kuasa Hukum memberi keterangan didepan awak media 20/8/2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu –

Kantor Hukum BSD & Associates resmi mengajukan permohonan eksekusi ke PN Bengkulu pada Agustus 2026 untuk menuntut ganti rugi atas mobil korban yang tertimpa pohon tumbang di Kepahiang pada Oktober 2024. Permohonan ini diajukan menyusul diterbitkannya Surat Keterangan BHT dari PN Bengkulu pada 12 Agustus 2026 yang menegaskan bahwa perkara telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Perkara perdata nomor 8/Pdt.G/2025/PN Bgl ini telah dimenangkan oleh pemohon Novi Rahayu melalui serangkaian proses peradilan hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Dalam keterangannya di hadapan awak media, Shinta Damayanti, S.H. selaku kuasa hukum menyampaikan bahwa surat inkracht tersebut telah diterima dari Pengadilan Negeri Bengkulu, dan permohonan eksekusi serta pengawasannya pun telah resmi dimasukkan serta diterima oleh pihak pengadilan.

Terkait wacana Peninjauan Kembali (PK) dari pihak Pemerintah Provinsi, Shinta menanggapi bahwa upaya hukum tersebut sah-sah saja diajukan sebagai hak dari pihak lawan, namun ia mengingatkan bahwa PK harus didasari oleh adanya bukti baru (novum). Sebelum menempuh jalur eksekusi paksa, pihak kuasa hukum juga telah berupaya mengirimkan surat kepada instansi terkait seperti DLHK, BPBD, serta Kementerian PUPR agar pihak tergugat melaksanakan kewajibannya secara sukarela. Namun, karena tidak ada jawaban maupun komunikasi di luar ruang sidang, langkah permohonan pelaksanaan eksekusi terpaksa dilanjutkan dengan mengajukan permohonan eksekusi ke PN Bengkulu.

Pihak kuasa hukum menjelaskan bahwa gugatan ini ditujukan kepada Pemprov dan Kementerian PUPR karena lokasi kejadian berada di ruas jalan raya provinsi. Terkait tanggung jawab tersebut, pihak tergugat dihukum membayar ganti kerugian materiil sebesar Rp181.064.804,00 secara tanggung renteng. Kuasa hukum menegaskan bahwa alasan birokrasi atau penganggaran tidak boleh dijadikan dalih untuk menunda eksekusi, dan seluruh rangkaian putusan yang sudah inkracht ini diharapkan dapat segera direalisasikan pembayarannya secara nyata.

Pewarta: Man

 

Empat tahun memupuk disiplin diri, Yosia yodan siap taklukkan ujian sabuk hitam karate combat

Foto: Yosia Yodan (kanan) menunjukkan keseriusan dalam sesi latihan menjelang ujian sabuk hitam Karate Combat Association. Dalam persiapan ini, Yosia dan pasangannya melakukan simulasi tangkisan dan serangan nyata untuk membangun kemampuan bertahan yang realistis.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk membangun kemampuan, disiplin, sekaligus mental dalam dunia bela diri. Perjalanan tersebut kini membawa Yosia Yodan pada satu tahapan penting: ujian sabuk hitam Karate Combat Association.

Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu dan aktivitasnya sebagai pengusaha, Yosia tetap menyempatkan diri menjalani latihan secara konsisten. Baginya, bela diri bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter, kedisiplinan dan ketahanan mental.

Foto: Yosia Yodan (tengah) berfoto bersama tim penguji dan pelatihnya dari Karate Combat Association. Dari kiri ke kanan: Sensei Deni Daffa (juara nasional), Master Dedy Armansyah (Ketua Dewan Guru), Yosia Yodan, dan Sensei Deni Arif (juara nasional). Master Dedy menyatakan Yosia telah siap secara fisik dan mental untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat ini setelah berlatih selama empat tahun

Karate Combat Association merupakan organisasi bela diri karate independen yang mengembangkan karate dengan pendekatan real fight. Sistemnya dikenal sebagai Bubishi Ryu.

Berbeda dengan karate yang hanya berorientasi pada teknik pertandingan, latihan Karate Combat menitikberatkan pada kemampuan menghadapi pertarungan secara nyata. Berbagai aspek dipelajari secara menyeluruh, mulai dari atemi waza atau teknik serangan tangan seperti zuki dan empi, geri waza atau teknik tendangan, termasuk hiza geri, hingga nage waza untuk teknik bantingan.

Selain itu, terdapat pula ne waza yang berkaitan dengan pergumulan serta kansetsu waza untuk teknik kuncian.

Dalam latihan uke atau tangkisan, karateka tidak hanya melakukan gerakan secara individu. Teknik tersebut dilatih bersama pasangan dengan adanya serangan yang datang, sehingga kemampuan bertahan dibangun berdasarkan situasi yang lebih realistis.

Karate Combat Association sendiri berdiri secara independen dan tidak berada di bawah naungan FORKI serta tidak terlibat dalam kegiatan FORKI. Sistem pembinaan yang dikembangkan juga membuka peluang bagi para atlet untuk tampil di pertandingan profesional, termasuk PRIME KUMITE (Karate Combat Indonesia) hingga kompetisi combat sport profesional seperti MMA.

Menjelang ujian, Yosia mengaku meningkatkan keseriusan dalam menjalani latihan. Terlebih, ujian kali ini akan dinilai oleh para praktisi yang memiliki pengalaman dan prestasi di bidang Karate Combat.

“Saya latihan dengan serius karena tim penguji merupakan orang-orang yang memang memiliki pengalaman dan prestasi. Ada Sensei Deni Arif dan Sensei Deni Daffa yang merupakan juara nasional Karate Combat. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk memberikan yang terbaik,” ujar Yosia.

Ujian tersebut akan melibatkan empat penguji, yakni Master Dedy Armansyah sebagai Ketua Dewan Guru, bersama Sensei Deni Arif, Sensei Deni Daffa, dan Sensei Safran Aziz sebagai anggota tim penguji.

Master Dedy Armansyah yang telah mendampingi Yosia dalam proses latihan selama kurang lebih empat tahun menilai Yosia telah memiliki kesiapan untuk mengikuti ujian tersebut.

“Saya sudah melatih Yosia Yodan kurang lebih empat tahun. Saya melihat proses dan perkembangan beliau selama latihan. Menurut saya, beliau sudah layak untuk mengambil ujian sabuk hitam ini,” ujar Master Dedy.

Bagi Yosia, sabuk hitam nantinya bukan sekadar tanda kenaikan tingkat. Ada proses panjang, latihan, kedisiplinan dan tanggung jawab yang melekat di baliknya.

Kini, satu tahapan penting telah di depan mata. Yosia memilih menjalaninya dengan satu prinsip sederhana: datang dengan persiapan, berlatih dengan serius, dan memberikan kemampuan terbaik.

Pewarta: Man

error: Content is protected !!